TABUNGAN ENERGI SEMESTA

Selama ini, kita lbh sering terpaku dg segala sesuatu terkait dg materi atau yg kasat mata, bisa langsung dilihat. Kita bekerja, banting tulang, bahkan lupa waktu dg tujuan UUD (ujung2nya duit). Hal tsb normal saja, krn siapa sih yg tidak butuh uang. Ya, bahkan utk mengejar yg nmnya ‘uang’ atau materi, kita kadang terlupa utk memaknai bhw segala yg kita lakukan adlh krn kita hambaNya, dmn bekerja adlh bentuk ibadah kita pdNya. Kita lupa, bhw bukan hny bertujuan UUD saja ttpi juga memaknai bhw segala hal adlh menebar kasih sayang dan kebaikan yg sebnrnya bukan hny materi saja yg dibutuhkan ttpi jg immateri. Brkt pagi bahkan dini hari krn takut telat dan dimarahi bos, pdhal saat itu ada panggilan adzan subuh utk kita menunaikan sholat. Subuhnya tertinggal krn mengutamakan keberadaan kita di kantor drpd menghadapNya. Ya…, nmnya manusia, pastilah tmptnya lupa dan berbuat salah, hal ini terus yg tertanam di kepala kita sbgi bentuk pembelaan diri. Lain lg, di kantor krn urusan pekerjaan yg begitu bertumpuk bahkan hny utk memberikan sapaan bersahabat atau pun senyuman ringan saja, rasanya sulit sekali. Menemukan perbedaan pendpt dg orang2 disekeliling kita, yg pertama kali muncul di kpl adalah keinginan utk tetap mempertahankan bhw pendptnya yg paling benar shg terkadang yg muncul adlh perselisihan, pertengkaran.

Sahabat, hal di atas hnylah sdkit hal yg sering kita hadapi. Betul kita membutuhkan uang, bagaimana tidak, mau byr uang sklh ank, barang2 kebutuhan yg melambung harganya, dan msh bnyk lg kebutuhan hidup yg hrs dipenuhi. Tidak ada yg salah, ttpi mulailah berpikir utk meningkatkan kualitas diri dengan memaknai bhw kita adlh hambaNya, bhw apapun yg kita lakukan adlh sbgi bentuk ketaatan kita pdNya, bhw yg lbh berarti bukan UUD. Sadarilah bhw yg kita butuhkan bukan hny memiliki tabungan materi ttpi juga tabungan immateri. Jiwa kita pd dsrnya menyenangi perbuatan baik, kita rindu utk melakukan hal2 baik, dan tahukah bhw peluang menabung tabungan immateri begitu luasnya seluas alam semesta ini ? Ketika kita dihadapkan utk melakukan kebaikan2, mk disinilah kita menabung tabungan immateri. Memiliki tabungan immateri adl bagaimana kita mengelola energi di alam semesta. Ya, pilihannya adlh, energi kebaikankah yg kita simpan sbgi tabungan ataukah energi keburukan? Krn pilihan sikap bagaimana berespon adlh di diri kita sendiri.

Sy teringat ilustrasi botol coca cola saat training yg dikocok terus menerus, lalu ditawarkan kpd bbrp orang utk membuka tutupnya. Tidak Ada yg mau, krn pasti Akan tersembur dan mengenai diri kita dan lingkungan sekitar kita.

Hhmm, kalau saja terminologi ilustrasi di atas adl bagaimana kita memilih dlm memutuskan utk bersikap/berespon krn tahu akibatnya, tentu pilihan kita tdk mau melakukan sikap buruk/negatif. Sprti halnya coca cola yg tersembur, saat kita memilih bersikap/berespon buruk, kita sdh menabung tabungan energy keburukan yg suatu saat Akan berbalik pd kita. Ingat hukum kekekalan energy? Yg kira2 begini : energy tdk bs diciptakan atau dimusnahkan, ttp hny bisa berubah bentuk.

Energy positif yg kita lakukan dg berbuat kebaikan : Prilaku yg baik, kata2 sopan & bijak tentunya Akan membawa kebaikan pd si pelakunya. Demikian juga sebaliknya. Ketika Prilaku negatif : melakukan hal2 terlarang, berbicara kasar, membuka aib orang, tentunya suatu ketika Akan berbalik pd pelakunya. Bukan tdk mungkin ketidak beruntungan yg dialami adlh krn pencarian tabungan energy negatif yg dimiliki. Ataupun keberuntungan terus menerus yg bisa dinikmati adlh krn perbuatan baik yg terus menerus dilakukan yg mrpkan hsl Dari tabungan energy positif kita.

Sprti jg informasi dlm QS 42:23…..Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri

55:60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

99:7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

42:40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa…

99:8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.

Yuuukkk jng menyerah berbuat baik dan berespon baik walau situasi/orang tdk mendukung. Krn kitalah yg membutuhkan berbuat baik dimana hal ini akan membentuk tabungan energi positif dlm diri kita dan kitalah sendiri yg akan mencairkannya.

See this funny movie : apa yg dilakukan berbalik ke diri kita, yg waktunya tdk berbatas Selama kita hidup.
http://m.youtube.com/watch?v=bD14AgXUWEE

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *