Taman Surga

Salam kasih sayang,

Asskm Wr Wb,

Taman Surga

Ada satu tempat yang dikenal banyak orang sebagai Taman Surga. Ya…, Raudhah (maaf jika ejaannya salah), tempat dimana Nabi Muhammad melakukan kutbah di Mesjid Nabawi – Madinah.

Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah ketika ditanya mengenai hadits:

ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة

“antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga”

Beliau menjelaskan: “hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah dan beliau menilai hadits ini hasan gharib dari Ali. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim dan selainnya dari jalan lain yang di dalamnya terdapat tambahan:

ومنبري على حوضي

‘dan mimbarku (kelak) akan berada di atas telagaku‘

Makna hadits ini menyatakan bahwa area tersebut (raudhah) memiliki kemuliaan dan keutamaan. Barangsiapa yang shalat di sana seakan-akan ia telah duduk di taman dari taman-taman surga. Sehingga menjadikan shalat yang dilakukan di sana berpahala banyak. (Disadur dari salah web – internet).

Areanya tidak terlalu luas, ditandai dengan bentangan karpet hijau yang membedakan dengan areal sekitarnya yang berupa karpet merah. Di sinilah tempat dimana, katanya doa yang terucap akan makbul.

Dulu yang saya bayangkan, taman surga, atau Raudhah, ketika masuk di dalamnya antri dan bergantian secara tertib untuk bisa melakukan sholat atau berdoa di area tersebut…..

Tetapi pengalaman berada di sana, ternyata berbeda…. Awalnya kaget… Memang tidak mudah untuk bisa hadir di sana, perlu perjuangan yang luar biasa. Bagi wanita, untuk bisa mengunjungi taman surga Rasulullah hanya diperbolehkan pada waktu-waktu tertentu. Kebetulan saat itu, saya dan beberapa teman mengambil waktu jam 9:30 an malam. Ternyata sampai di sana, antrian benar-benar penuh. Bisa dibayangkan karena waktunya terbatas, maka berkumpulah para wanita dari seluruh penjuru dunia untuk bisa hadir dan merasakan pengalaman dalam hidupnya berada di taman surga.

Tertib hanya terjadi ketika mengarah untuk masuk area… begitu masuk dan mendekati taman surga…. masya Allah, begitu banyak yang berdesakan…. dorong mendorong satu sama lain….. sempat terlintas… ya Allah, apakah begini seorang muslimah? Aku langsung membaca istighfar sebanyak-banyaknya, memohon perlindungan Allah.. hilang kekagetan, meluap rasa haru bercampur kekaguman…, luar biasa karisma seorang pemimpin, seorang yang begitu mulia akhlaknya, dimana menimbulkan histeria para ‘pengagumnya’, umatnya…, yang merasakan kedekatan pada nabiNya… Nabi yang terpatri indah pada relung hati dan pikiran… Nabi yang begitu mulia… seorang yang memang sangat sangat pantas dikagumi, dihormati, dicintai….. histeria massa ini tidak bisa disamakan dengan histeria kekaguman ketika nonton konser apapun…. sungguh… sungguh pemandangan yang membuktikan keharuman nama seorang Muhammad SAW…. semoga Allah memberkahi dan mencintainya, keluarganya, sahabat-sahabatnya dan para pengikutnya yang setia, umatnya yang mengikuti teladannya…. amin amin ya rab…. sungguh… air mata ini tidak bisa terbendung.., mengaliri pipi begitu derasnya….. tidak banyak kata yang bisa melukiskan perasaan haru biru merasakan pengalaman berada di taman surga – Raudhah… tentunya setiap diri yang berada di sana ingin menyampaikan doa-doanya dengan kekhusukkan seorang hamba pada Rabnya dengan merasakan kedekatan pada nabiNya….. Masya Allah…..Subhanallah…. pengalaman ini tidak bisa terlupakan…. semoga setiap diri yang sudah memiliki niat mengunjungi Mesjid Nabawi, akan dimudahkan Allah dan bisa merasakan kesyahduan berdoa berada di dalam taman syurga… dan semoga karena kecintaan kita pada seorang nabi yang begitu mulia, maka kita bisa menjadikan tuntunan sunahnya dalam kehidupan kita….. amin yra… Dan kita akan terus bisa merasakan kecintaan yang begitu murni antara seorang pemimpin pada umatnya sebagaimana yang diterangkan dalam QS 9 : 128 Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Semoga kita akan terus bisa merasakan kerinduan pada seorang yang memang pantas dirindukan, Nabiyullah Muhammad SAW dan membuktikan dengan kesungguhan untuk terus mau belajar, membersihkan hati sehingga menyadari untuk mengikuti teladannya. Amin yra.

Sedikit sharing ini tidak ada maksud apapun, hanya ingin menorehkan apa yang dialami dan dirasakan, mohon dimaafkan jika tidak berkenan. Segala sesuatu yang benar datangnya dari Allah dan segala kesalahan adalah dari diri sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *