Terbiasa Tak Biasa
Salam kasih sayang,
Asskm. Wr. Wb
Share dari wa grup
Terbiasa Tak Biasa ..
Saat orang biasa berkeluh kesah.. Orang luar biasa akan berpeluh basah..
Gosip dan info kosong beredar rempong di kalangan orang biasa.. Lalu terhenti di sisi orang bijak..
Ketika orang biasa melihat aib manusia sebagai kesempatan ‘tuk mengumbar..
Orang baik akan memandangnya bagai luka diri sendiri yang harus ditutupi..
A. Kembali Asing.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul bermula dalam keadaan asing,
dan akan kembali dalam keadaan asing,
Maka beruntunglah orang-orang yang terasing..” [HR. Muslim: 208]
Asing yang dimaksud bukan karena aneh nyeleneh..
Lalu.. Siapakah orang asing yang tidak biasa itu..?
B. Siapa Sang Terasing?
‘Abdurrahman bin Sanah radhiyallahu ‘anhu menuturkan:
Salah seorang sahabat bertanya,
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing (al-ghuraba) itu..?”
Rasulullah menjawab,
الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
“Yaitu mereka yang berbuat baik (ishlah) di saat manusia telah rusak..”
[Shahih, HR. Ahmad; Shahihul Jami’ 7368 al-Albani]
Tak henti berlaku jujur di sekitaran pelaku tipu-menipu dan korupsi..
Beramal tersembunyi saat orang lain gemar menonjolkan diri..
Menahan ucapan kala rekan bicara senang berghibah ria membicarakan aib orang..
Menjadi pelaku kebaikan di sisi mereka yang gemar berbuat keburukan..
Manjadi orang yang terbiasa tak biasa di kalangan kebanyakan yang ada..
Bisakah..?! Semoga..!?
———–ooo———–
Leave a comment