Mangga Muda ( beruMAh taNGGA tidaklah MUDAh)

Salam kasih sayang

Berumah-tangga diibaratkan sperti bercocok tanam. Artinya banyak hal yg hrs dipersiapkan, dilakukan shg menghasilkan sesuatu. Sesuatu disini adlh ‘kasih sayang’. Kasih sayang hrs diusahakan, sebagaimana melakukan cocok tanam, menyiapkan bibitnya, pupuknya, shg tanahnya cukup gembur, subur. Dan utk itu bnyk hal yg dilakukan, pengairannya, dibajak, dicangkul, apa yg hrs dilakukan utk mendptkan hsl yg baik, tentunya dilakukan secr konsisten dan terus menerus. Juga berstrategi utk bagaimana menghadapi ‘hama’, musim yg gak bisa ditebak, kadang hujan badai, kadang panas dan kemarau, kadang banjir. Dan ketika ini terjadi, apakah kita menyalahkan ‘keadaan’? Kalau pun ia, apakah marah2 dan akhirnya meninggalkan dan tdk melakukan lagi. Tentunya tidak.. Tidak menuntut tanahnya, musimnya, yang dilakukan adlh tetap berusaha lbh giat, belajar dr kesalahan dan tentunya berdoa, memasrahkan dan bertawakal pdNya.

Bagaimana dg rmh tangga kita? Apakah kita begitu marahnya dan menuntut pasangan kita begitu kita tahu dia tdk sesuai harapan kita? Atau kita menerimanya dan berstrategy yg positif dg segala kemampuan kita yg terbaik krn RahmatNya yg berupa ‘kasih sayang’ akan turun ketika 2 pasangan suami istri ini justru bisa saling menerima kekurangan masing2, tidak merasa sdh melakukan yg lebih tp tidak berbalas, krn memaknai kasih sayang Allah, adlh bagaimana bertoleransi dan memaafkan serta berprilaku dg cara yg baik. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Kita sbgi manusia, dalam keseharian, begitu banyak berbuat salah sperti, berkata2 kasar, marah, kesal, kadang menyimpan dendam, ttpi Dia dg segala Maha kasih dan sayangNya, apakah langsung menurunkan kemarahannya? Tidak. Kasih dan sayangNya begitu besar. Krn itu ketika ingin rmh tangga kita dirahmati dg kasih sayangNya, berusahalah menyadari bhw pasangan kita adlh juga belahan jiwa kita yg diberikanNya kepada kita. Ketika sesuatu tidak berjalan dg semestinya, cobalah lakukan refleksi hati, lihat lg ke dlm diri, apakah keburukan yg sdh kita lakukan? Jangan2 secara gak sadar kita ‘pernah’ berlaku dg cara yg tidak seharusnya, marah berlebihan, meremehkan, menjelek2kan pasangan kita…

Ketika memang kita menginginkan rumah tangga atau pasangan kita baik2 saja, kita hrs memulai dr diri kita sendiri. Berubahlah. Ketika kita menginginkan orang lain berubah, kita sendirilah yg hrs terlebih dahulu melakukan perubahan diri sendiri. Ttpi terkadang, krn kita merasa sdh melakukan yg terbaik, sulit utk diri kita melihat bahwa ‘diri’ kita pernah berbuat salah. Kita merasa pasangan kita tdk menghargai kebaikan yg sudah dilakukan. Yg ada menuntut, merasa tidak dihargai dan akhirnya merasa sdh berkorban demikian besar ttpi tdk mendptkan balasan sebagaimana harapan, ujung2nya ingin bercerai…

Ketika saya menulis ini, saya terinspirasi pd suatu nasehat. Kata2nya yg begitu menyentuh adlh ketika mengatakan, Allah Maha Pengasih dan Penyayang, dimana kasih sayangNya tidak terbatas. Saya tahu itu bahkan dimulai sejak kecil ketika belajar membaca Quran. Semua jg tahu hal ini dan tak ada perdebatan bhw Sang Maha Penguasa begitu Pengasih & Penyayang.. Ttpi sprtinya kurang memaknai hakekat bagaimana kasih sayangNya bekerja atau jg tdk mengerti, tdk menyadari dimana hal ini ‘menyentil’ diri ini dlm perenungan panjang, teguran bagi diri sendiri yg membawa pikiran saya menapak tilas masa lalu krn rmh tangga saya jg bukan rmh tangga yg mudah. Menikah 16 thn, bercerai di usia pernikahan ke 5 dan akhirnya menikah dua kali………, dg orang yg sama dan hampir bercerai utk kedua kalinya. Dimana hal ini membuat saya menyadari dan bersyukur bhw Dia mengajarkan banyak hal, bagaimana memaafkan dan mengenyampingkan ego.

Dalam keseharian, banyak hal sprti kealpaan/kelupaan, dan hal negatif lainnya yg menunjukkan kelemahan kita tetapi tidak pernah membuat kasih sayangNya berubah, Dia selalu memberikan kesempatan pd kita utk berbuat baik menurut panduanNya sampai dg akhir hayat kita. Terkadang hal2 yg hrs kita lakukan, kita lebih sering lupa.. Saat sholat, lupa krn sibuk dan mengulur waktu. Saat hrs bersabar kita mengatakan pd diri bhw kita sdh melakukan sesuai batas kemampuan kita dan akhirnya membela diri ketika melakukan kemarahan krn kecewa… Lalu masihkah kita bharap bhw dlm rmh tangga kita akan turun karuniaNya yg berupa kasih sayang ketika apa yg kita lakukan tidak sebagaimana proses kasih sayangNya bekerja? Kita masih berhitung thd apa yg kita lakukan pd pasangan kita dan ketika hitungannya meleset, tdk sesuai harapan, kita kecewa, marah, menyalahkan bnyk hal dan akhirnya berselisih. Ketika kita memberikan pesan tertentu pd pasangan kita dan ketika dia lupa dan tdk melakukan apa yg kita pesan, kita marah berkepanjangan yg tdk ada habisnya, bisa seharian ngomel.. Beginikah yg kita lakukan? Lalu bagaimana masih berharap kasih sayangNya? Ya, boleh saja berharap.. Tetapi tentunya hrs diiringi usaha… Usaha yg tidak pernah ada putusnya, tidak berhitung dan penuh dg MAAF. Krn Dia tdk pernah berhitung dalam memberikan kasih sayangNya dan Maha Pengampun. Yukk berkasih-sayang pd pasangan kita, belahan jiwa kita. Dan ketika kita merasa bhw kita sdh melakukan yg terbaik ttpi kok ya masih berselisih, kecewa dan merasa diremehkan bahkan tidak dihargai, perbanyaklah istighfar, minta petunjukNya, apakah selama ini ada kesalahan yg kita lakukan tp kita tdk menyadarinya? Dg Perbanyak istighfar, mohon ampunannya dan tetap berusaha menjaga sikap dan menahan amarah dg melakukan kewajiban yg sehrsnya Insya Allah, Dia akan menunjukan apa ‘kesalahan’ kita. Ttpi mampukah kita mengakuinya ketika mmng Dia menunjukkan hal tsb? Apakah justru pembelaan diri yg kita lakukan? Krn merasa sdh melakukan yg tbaik dan berkorban terlalu banyak menurut kita. Bersedekahlah shg hati akan mnjd lembut dan siap utk menyadari bhw ada kontribusi kita thdp hal buruk yg terjadi pd diri dan pasangan.

Sadarilah, ketika kita memiliki pasangan yg mnrt kita tidak baik, tanyalah kpd diri kita sendiri, apakah kita sdh cukup baik? Krn janjinya tidak pernah salah, wanita yg baik adlh utk lelaki yg baik, demikian jg sebaliknya…

Mangga Muda, sesuai judulnya, beruMAh taNGGA tidaklah MUDAh….Sepanjang kehidupan berumah-tangga, selama itulah syeitan akan terus menerus mencoba dr berbagai arah utk ‘merusak’ hubungan suami dan istri. Dan akan bersorak serta bertepuk tangan bahagia ketika masing2 pasangan saling berteriak, menyalahkan, dll yg negatif. Yg ‘ujung2nya, permasalahan akan berpangkal pd harga diri… Ketika berbicara kasih sayang ttpi masih mengedepankan harga diri, di sinilah titik lemah kita shg membangun celah yg membuat syeitan mdh masuk. Jangan biarkan syeitan bersorak kegirangan. Kasih sayang tidak mengenal harga krn kasih sayang tidak mengenal ‘aku memberi sekian, maka aku hrs mendpatkan balasan sekian pula’. Bukan begitu proses kasih sayang. Banyak contoh kehancuran rumah tangga yg berpangkal pd harga diri.. Seorang suami yg sedang terpuruk krn pekerjaan sdng tidak ada, krn harga dirinya, tidak mau membantu urusan rmh tangga krn merasa bahwa harga dirinya sbgi lelaki tidak pantas melakukan hal tsb atau sebaliknya, merasa sbgi imam dan kepala keluarga maka sulit utk menerima pendapat sang istri, kata2nya adlh bak hukum yg hrs dipatuhi. Seorang istri yg merasa sdh memberikan semua yg tbaik, menuntut agar sang suami bisa melakukan apa yg diinginkannya. Ketika 2 orang yg sehrsnya saling berkasih sayang ttpi justru saling menuntut utk memenuhi harapan masing2, mungkinkah karuniaNya yg berupa kasih sayang akan menghampiri? Yg ada masing2 merasa egonya yg hrs didahulukan. Hubungan suami istri bukanlah jubungan kalah dan menang akan tuntutan masing2.. Percayalah, pasangan kita akan mengerti dan berubah bahkan memenuhi harapan kita ketika kita melakukannya dengan kesabaran dalam bersikap dan berkata. Yg terpenting fokuslah pada usaha terbaik.. Hasilnya tidak mengenal batasan waktu, ttpi terkadang kita menyerah krn sdh merasa memberi banyak, mengalah terus tp tidak berubah. Ketika memang hal ini menghampiri kita, mohonlah padaNya, tawakal, serahkan semua padaNya, insya Allah, Dia akan memberikan jalan terbaik.

Berumah tangga adlh memenuhi tuntunan Rasulullah, krn bukanlah umat baginda Rasul jika tdk menjalankannya. Di sinilah dimulai bagaimana memaknai hakekat proses kasih sayang bekerja… Ya, Allah menetapkan atas diriNya kasih sayang. Kasih dan sayangNya tidak terhingga, tidak mengenal batas. Yg paling sederhana, pernahkan kita mengitung brp bnyk udara bebas di alam semesta yg disediakanNya utk kita bernafas? Berapa banyak tarikan nafas kita sehari utk menghirup udara tsb? Apakah kita membayar utk mendptkan udara bebas tsb? Dia tidak pernah berhitung. RahmanNya diberikan kpd siapapun tanpa pandang bulu. Tetapi perpaduan Rahman dan Rahimnya hny diberikan pd orang2 pilihan yg hrs diusahakan dg kemauan dan usaha yg maksimal dg penuh kesadaran dan mau belajar ikhlas. Mungkin terlintas dlm pikiran, bagaimana bisa? Kan ikhlas gak mudah? Apalagi kalau sdh merasa bhw kesalahan yg dilakukan terus berulang… Kadang baik kadang kumat. Ketika ini terjadi lakukanlah hal2 yg sdh disebutkan di atas, istighfar, mohon ampun, berusaha memaafkan, carilah cara agar tidak marah secara emosional dan bersedekah. Yg paling utama, tanyakan pd diri kita sendiri, sudahkah kita mengenalNya? Mengenal beda dg mengetahui. Mengenal perlu ilmu, dimana orang2 yg beriman adlh orang2 yg menggunakan akalnya utk berpikir. Tentunya berpikir dalam mempelajari panduan yg diberikanNya. Mulailah berusaha mengenal Rab kita dg scr rutin membaca tuntunanNya, Quran. Shg kita tdk salah mengaplikasikannya dlm kehidupan rumah tangga kita dan berusaha semampu kita utk menjlnkan apa yg Allah mau sesuai tuntunanNya, sehingga Allah akan menghadirkan kasih sayang dalam rumah tangga kita dan kita mampu memaknai hakekat kasih sayangNya..

2:223. Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

3:133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

3:134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

3:135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

3:136. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

6:12. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang…..

19:96. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

24:26. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

10:100. Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *