MEDIS – MEngobati DIri Sendiri

Salam kasih sayang..

Ketika sakit, terbiasa mensugesti diri dengan minum suatu obat shg scr pikiran sudah terpatri bhw ketika minum obat mk hilanglah penyakit tsb alias sembuh, sehat kembali. Ikhtiar bentuknya bisa apa saja, minum obat, ke dokter, pengobatan alternatif dll, yg smuanya hny prasarana bentuk dr usaha ttpi tetap kebergantungan hanya pd Allah semata dg tetap meluruskan niat kesembuhan selalu hny krnNya saja, atas seijin dan karuniaNya. Saya mencoba share bdsrkan pengalaman sy bhw seblm sakit, atau bahkan ketika sdh merasakan sakit, tubuh kita yg diciptakan Allah SWT demikian sempurnanya jg memiliki cara tersendiri utk bisa mengobatinya, istilah yg saya sebutkan sebagai judul di atas yaitu MEDIS yg mrpkan singkatan dr Mengobati Diri Sendiri.

Awalnya, sy melakukan MEDIS hny utk diri saya sendiri, ttpi bbrp teman yg sdh menjalankan, alhamdulillah jg merasakan manfaatnya. 2 thn yg lalu sy sempat divonis memiliki kista di sekitar rahim sebesar 8 cm dan hrs dioperasi krn cukup mengganggu, ttpi alhamdulillah hilang, demikian jg teman sy yg sehrsnya operasi pengangkatan kista, dinyatakan bersih shg tidak perlu menjalankan operasi yg ditakutinya.

Lalu bagaimana prosesnya?
Ketika mau sakit, kita sendirilah yg dpt merasakan gejala2nya dan tanda2nya. Saat ke dokter pun, pastinya seblm dokter melakukan diagnosa, bbrp pertanyaan utk analisa penyakit akan ditanyakan pd pasien. Nah proses awal ini jugalah yg harus dilakukan utk MEDIS walaupun sebnrnya, gejalanya sdh dirasakan, ttpi pertanyaan yg dilakukan kepada diri sendiri adlh’perasaan buruk apa atau stress apa yg dirasakan’? Marah, emosi, membenci, kesal, cemas/khawatir berlebihan atau kecewa berkepanjangan? Lakukan refleksi hati. Catat dalam pikiran hal2 buruk apa yg selama ini mengganggu. Biasanya ketika melakukan tahap awal ini, tidak bnyk yg mau atau bisa mengakui bhw kondisi pikiran dan hatinya memang lagi down, lbh bnyk defensif dan mengatakan pd diri sendiri kalau dirinya sdng baik2 saja, tdk ada hal buruk yg dirasakan. Ketika diri sdh mengakui hal ini, maka scr otomatis, penerimaan thd pikiran dan perasaan buruk ini mrpkan awal dr pengakuan diri yg akan membuka proses perbaikan metabolisme tubuh.
Setelah itu lakukan perenungan, sadari bhw perasaan dan pikiran buruk tsb ada kontribusi diri, bukan menyalahkan orang lain atau situasi krn dlm kegiatan keseharian, bisa saja terjadi benturan krn secara kehidupan sosial tentunya tidak mungkin selalu mulus, bisa saja scr sadar atau tidak, ada orang2 yg merasa kecewa dg sikap dan prilaku kita, renungkan bhw sbgi manusia, kita hnylah makhluk yg lemah yg hny bergantung dan membutuhkan pertolongan Allah, renungkan dg kesadaran dan kerendahan hati, mohon ampun atas kesalahan diri, rasakan dg sepenuh hati. Rasakan scr sadar, biarkan air mata keluar atau bahkan sprti seakan2 kita begitu lemah. Ketika hal ini sdh dilakukan, niatkan dlm hati dan lakukan perbaikan hubungan jika penyebab pikiran2 buruk yg disebutkan di atas adlh krn merasa hub tdk baik dg seseorang. Selanjutnya, jika penyakit cukup berat, lakukan sedekah makanan yg disukai kpd fakir miskin atau yatim dg diniatkan memohon pertolonganNya. Di antara semua tahapan Medis tsb, yg paling utama, adlh mengcreate satu kebiasaan baru, yaitu membaca Quran scr rutin. Bacalah dan mencoba pahami artinya secara rutin setiap hari. Dan coba amalkan sesuai kemampuan.

Insya Allah ketika tahapan di atas dilakukan, rasakanlah sedikit demi sedikit tubuh mnjdi lbh sehat, bahkan ketika tubuh merasakan gejala sprti mau sakit, lakukan tahapan tsb mdh2an tubuh akan memelihara kesehatannya shg penyakit gak jd mampir.

Melakukan tahapan Medis adlh bagaimana diri melakukan perubahan pikiran dan prilaku. Yg awalnya berpikir bhw obatlah yg menyembukan sakit, maka Medis membangun sugesti baru, pemikiran, bhw dg membersihkan pikiran maka penyakit akan sembuh. Dg pemikiran baru ini, sugesti baru akan terbentuk dalam pikiran, diikuti dg keinginan memohon ampunan dan bantuanNya agar sembuh dr penyakit, maka Insya Allah penyakit akan hilang dan gak jd mampir. Yg tdnya berasa mau sariawan atau flu, gagal. Pikiran dan hati sehat, tubuh juga sehat. Medis bukan jalan singkat atau jalan tol, Medis berproses dg tahapan2 tsb di atas, krn memang tdk mudah merubah suatu kebiasaan, apalagi ketika sdh terbiasa ‘sugesti’ sembuh dg kebiasaan minum obat, harus berusaha. Krn bdsrkan informasi dr seorang dokter yg skrng sdh mnjd ustadz atau referensi2 bacaan di internet, obat tidaklah baik dikonsumsi dlm jangka waktu panjang krn justru akan menjd racun bagi tubuh. Penyakit distimulasi dr pikiran2 buruk dan kebiasaan2 buruk. Melakukan Medis adlh juga memulai pribadi baru dg berusaha utk membangun pikiran dan kebiasaan2 baik. Ketika pikiran buruk menghampiri, perbanyak istighfar dan bersihkan hati. Hindari melakukan kebiasaan2 buruk yg terkait utk mnjg kesehatan. Selain yg terkait dg menjaga pikiran dan prilaku utk tetap positif, disarankan juga menjaga makanan utk kesehatan phisik, misalnya jng menkonsumsi makanan yg bisa mentrigger penyakit tertentu secara berlebihan. Ttpi jng takut juga utk memakan makanan yg memang dihalalkan, misalnya takut makan kambing krn takut kolesterolnya tinggi, kambingnya jd disalahkan begitu kolesterol kambuh… Yg terpenting tdk makan scr berlebihan dan menjaga pikiran dan prilaku tetap positif, insya Allah pikiran sehat, tubuh sehat… Ketika usaha utk melakukan tahapan medis sdh dilakukan, tinggal pasrahkan dan ikhlaskan pada Allah semata krn sebaik2 penyembuh adlh atas izinNya.

Mohon maaf jika tulisan ini kurang berkenan, krn apa yg penulis share adlh bdsrkan pengalaman dan pengamatan pribadi. Segala yg benar dr Allah dan kesalahan yg ada krn keterbatasan penulis. Jika pembaca ada yg mau konsultasi mengenai hal ini, atau krn ingin tahu lbh jauh spy bs dijadikan referensi utk kesembuhan diri, dg senang hati, penulis akan bantu, silahkan kirimkan komen atau message pribadi melalui facebook.

10:57. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

26:80. dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,

73:20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *