Let It Go

Asskm Wr Wb,

Salam Kasih Sayang.

Scenarionya begitu indah.. tetapi terkadang karena keterbatasan kita sebagai manusia, makhlukNya yang lemah, kita sulit untuk bisa menangkap keindahannya. Apalagi jika cerita tersebut tidak sesuai  dengan harapan atau keinginan kita maka kita melihatnya sebagai suatu kekecewaan yang membawa kesedihan. Dan akhirnya meratapi keadaan.

Allah, Dia Sang Maha Baik. Tetaplah berprasangka baik. Sesungguhnya Dia mengikuti prasangka hambaNya.

Tapi bisakah berpikir jernih untuk mengedepankan prasangka atau pemikiran baik ketika yang dihadapi adalah kekecewaan yang luar biasa? Sakit yang tak terhingga dimana yang terlintas adalah bagaimana agar orang yang sudah menyakiti juga akan mengalami sakit yang sama bahkan kalau perlu lebih menderita dari apa yang sudah dirasakan.

Banyak hal yg terkadang tidak akan bisa dipahami ketika kita membiarkan pikiran kita mendominasi sehingga berpikir terlalu panjang… bila begini maka begitu.. bila begitu akan begini… berputar tak menentu…, timbul ketakutan yang berlebihan, sedih berkepanjangan serta tangis dan ratapan yang begitu mempengaruhi mood.  Padahal di lain sisi kita tahu bahwa yang harus dilakukan, katanya adalah dengan mengikhlaskan, sabar. Pikiran dan  mulut yang berbicara, iya ikhlaskan, sabar.. seakan mudah…., tetapi kenyataannya? Apakah ikhlas jika masih dendam? Masih memikirkan seharusnya orang yang menyebabkan ini merasakan hal yang sama?… apakah masih bisa sabar ketika perasaan diliputi keinginan membalas? Dendam yang tersimpan dalam hati akan sulit hilang ketika masih berpusat bahwa diri ini tidak pantas diperlakukan ataupun mendapatkan perlakuan yang menurut kita buruk……

Di sinilah kita diminta memaknai pasrah, ikhlas, sabar dengan mengakui kekurangan kita bahwa bisa jadi perlakuan buruk yang kita terima adalah karena perbuatan buruk di masa lalu, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa siapa menanam akan menuai. Sebagaimana pula disebutkan dalam Quran bahwa keburukan yg terjadi adalah kesalahan diri sendiri…

 
28:84. Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

 
40:40. Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.

 
Mungkin, diri kita sangat tahu mengenai hal ini… Teori hanya tinggal pengetahuan yang terpatri dalam pikiran ketika dihadapkan pada kenyataan untuk menguji teori yang sudah di dapat dimana terkadang ego yang berbicara. Tidak sepantasnya saya diperlakukan demikian. Tidak sepantasnya dia memperlakukan saya seperti itu… Yang ada timbul kebencian, permusuhan terselubung, penyakit hati yang kian lama akan menggerogoti diri. Kita tidak menyadarinya, karena masih merasa bahwa tak pantas mendapat perlakuan yang telah membuat diri kita terpuruk. Kita akan membuat tameng-tameng pembelaan diri. Tidak bisa dihindari, sikap pun akan berubah, menjaga jarak bahkan mengarah kepada permusuhan.

Memang tidak mudah. Tetapi dengan berusaha menyadari bahwa kita adalah mahklukNya yang membutuhkan Dia saja, maka tundukkan diri dengan kepasrahan yang mendalam. Kesampingkan pemikiran “ketidakpantasan” perlakuan orang lain terhadap kita, kemudian lakukan perenungan sejenak, mohon kekuatan hanya padaNya saja, fokuskan pikiran bahwa karena kita memiliki kelemahan dari perasaan sakit dan kecewa, memohon agar segera diangkat perasaan kecewa sehingga tidak menjadi kesedihan yang berkepanjangan. Lakukan setiap berdoa. Memaknai makna berserah dan merendah pada sang Kuasa dengan memohon pertolongan dan perlindungan supaya tidak panjang emosi karena kelemahan diri bukan meratapi bahwa diri ini tidak sepantasnya mendapatkan perlakuan buruk. Kita tidak bisa mengontrol sikap orang lain pada kita tetapi kita bisa mengontrol diri kita dan memanage agar tidak terjadi kerusakan emosi dan pikiran negatif berkepanjangan dengan satu-satunya jalan adalah bertawakal hanya padaNya saja….Let It Go… Dengan usaha dan doa. Dengan menjalankan teori yang sudah didapat. Sehingga, ketika ketertundukan dan kepasrahan hanya ditujukan padaNya saja dengan usaha nyata menundukkan Ego kita sendiri dulu, maka Insya Allah, Dia akan mengangkat segala dendam dalam hati kita… Hidup kita akan tenang. Dan ketika ini yang kita rasakan, kita tidak akan menyalahkan perlakuan buruk yang kita terima dari orang lain, tetapi kita memasrahkan padaNya segala jalan keluar. Dan bukti kepasrahan diri adalah tidak membuat hubungan menjadi buruk dengan orang yang kita anggap telah berbuat hal yang buruk pada kita. 

 
7:42. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

 
7:43. Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini.  Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”

 

Suatu Hari nanti, tentu kita akan merasakan indah pada waktunya karena kita sudah belajar mengesampingkan pikiran buruk dan berdamai dengan hati.  Kita Akan semakin pintar memaknai bagaimana berkasihsayang dengan orang-orang yang kita anggap telah membuat hidup kita tidak nyaman ataupun sulit. Tapi yakinlah sebagaimana ayat di atas bahwa Dia tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Dia hanya ingin kita belajar untuk menjalankan kebenaran sesuai dengan tuntunanNya dalam berkasih-sayang. Dan sesuai ayat berikut maka sesungguhnya, jika kita membalas kejahatan seseorang dengan kebaikan justru akan membangun persahabatan.

41:34 Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *