Bacalah – KemBAli dan CAri jln dekat pada AlLAH

Asskm. Wr. Wb

Salam kasih sayang

Kita sering mendengar nasehat, ketika sholat, berusahalah khusyu dengan seakan2 kita menghadirkan Allah, dimana seakan2 kita sedang berhadapan denganNya, begitu dekat denganNya…

Berusaha menghadirkan Allah, adlh bagaimana berusaha membangun perasaan dan kepercayaan bahwa Allah seakan2 dekat.. Bukan hanya saat sholat, ttpi maknailah bahwa setiap saat, setiap detik, setiap tarikan nafas.. dia begitu dekat… Sebagaimana juga ungkapan cintaNya dalam Quran :

2:186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

50:16. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,

2:115. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Judul sharing kali ini
Bacalah – KemBAli dan CAri jln dekat pada AlLAH. Bacalah, satu kata yang mengingatkan kita akan wahyu pertama yg diterima Rasulullah SAW yg kita cintai, di gua Hira… “Bacalah”… Yg mana diulang bbrp kali oleh Jibril dan membuat Rasulullah saat kembali pulang mnjd gemetar, dimana tentunya kisah ini tidak asing dan sdh kita ketahui bersama.

Sebagaimana disebutkan pd firman Allah yg pertama ini kpd Rasulullah SAW :

96:1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

96:2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

96:3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

96:4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

96:5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Sepanjang perjalanan hidup Rasulullah baik sebelum menerima wahyu ataupun sesudahnya, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam diri rasulullah terdpt hal2 terpuji yg merupakan contoh teladan akhlak mulia sepanjang jaman. Yg mana hal ini menggambarkan, yang diciptakan pada hakikatnya mengandung unsur yang menciptakan. Jadi semua ciptaan Allah mengandung unsur Allah di dalamnya, misal kasih sayang. Inilah yang disebut dengan fitrah. Ya, Rasulullah sepanjang hidupnya mengajarkan manusia untuk kembali pd fitrahnya, menjadi saluran unsur penciptaNya, krn diri ini diciptakan olehNya dan akan kembali padaNya…

32:9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

2:46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Bacalah, KemBAli dan CAri jln dekat pada AlLAH, harus dimulai dg kebersihan niat diikuti dengan tindakan nyata..

84:6. Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

Dimulai dengan keinginan utk mau dan belajar ilmuNya melalui kalamNya, Quran. Kemudian implikasinya adlh dengan perbuatan2 nyata untuk menjadi saluran nama2 baiknya. Misalnya kasih sayang, maka, berusahalah mengedepankan perasaan kasih dan sayang pd sesama, kesampingkan amarah, kecewa, rasa sakit hati dan hal2 buruk lainnya yg menghambat bagaimana berkasih sayang.

Secara dogmatis atau pun teori, kita semua tahu, bahwa harus berkasih-sayang, bahwa harus berbuat baik dan lain2 yg positif, tetapi pd kenyataannya, ketika dihadapkan pd kejadian yg menurut akal pikiran kita, kita terpojok dan menjadi korban, bagaimana bisa berkasih sayang? Bagaimana bisa memaafkan? Bagaimana bisa menjadi pemurah? Bagaimana bisa berlaku adil? Atau, bagaimana bisa memperlihatkan hal2 positif thd kejadian buruk yg menimpa kita?

Bacalah – KemBAli dan CAri jln dekat pada AlLAH… Kembali pd Allah dan cari jalan dekat pdNya, adlh satu2nya bagaimana berlatih dan membangun kesadaran diri shg ketika dihadapkan pd kejadian dimana kita dituntut utk menjadi saluran kasih sayangNya, saluran pengampunanNya, saluran kemurahanNya, saluran keadilanNya, saluran segala kebaikan krn memang Allahlah sumber segala kebaikan, maka hati kita akan mengajak kita utk melakukan sesuai petunjukNya.

Yg perlu kita sadari adlh:
1. Bacalah Quran, cari ilmuNya dengan membuka diri seluas2nya dengan dibarengi niat yg bersih utk mendptkan ilmuNya. Janganlah merasa benar ketika sdh merasa mengetahui sesuatu ilmu dan menutup diri thd pendpt lain yg menurut kita bertentangan. Tetap kembalikan pd Allah. Krn ilmuNya begituuuu luaas. Jd sayang, kalau kita hanya menutup diri dan terpaku misalnya hanya pada 1 ustadz saja. Dan yg terpenting baca scr rutin Quran dengan dilakukan seorang diri. Jangan bangun ketakutan, kalau baca sendiri gak ngerti lalu menjadikan kita gak mau memulai membaca sendiri dan lebih memilih mending ikut pengajian saja. Sesungguhnya janjiNya selalu benar, bhw Walaupun Allah menciptakan beragam bahasa ttpi Quran bisa dg mudah dipelajari:

19:97. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.

30:22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

44:58. Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.

Usahakan semampu kita sebanyak2nya membaca ayat2 dalam Quran dengan artinya. Jangan bangun ketakutan2 yang justru akan menjadi penghalang atau penghambat utk BELAJAR dan membaca Quran sendiri sprti ketakutan akan menjadi sesat kalau mengartikan Quran seorang diri, yakinlah Allah akan memberi pemahaman, sebagaimana jg janjiNya dlm Quran :

75:16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.

75:17. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

75:18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

75:19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya.

Jadi, bacalah Quran dengan perlahan, coba memaknai artinya, nanti Allah yg akan mengumpulkan dan memberi penjelasanNya..

Lakukanlah secara rutin membaca Quran setiap hari dan dilakukan oleh diri sendiri.

Ketika memang ingin lebih paham dengan bertanya dan mendatangi pengajian2, silahkan, ttpi sprti yg sdh disampaikan di atas, jangan taklid terhadap ajaran atau ustadz tertentu, semua kembalikan pd Allah dan buka diri untuk belajar seluas2nya dari berbagai sumber ilmu dg diiringi niat dan kesungguhan hati dan berpasrah hanya pdNya.

74:55. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Qur’an).

74:56. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

2. Setelah rutin membaca Quran, berusaha mengerti dan mengamalkan. Belajarlah membaca ‘tanda2’ kekuasaannya pd diri kita sendiri dan pd sekeliling kita… Bacalah dg nama Tuhanmu yg telah menciptakan. Artinya, ketika kita mengalami sesuatu, cobalah tanyakan pd diri sendiri, apakah aku sdh merasakan kedekatan dg Allah? Atau paling tidak, seakan2 aku merasakan Allah begitu dekatt… Misal, dicaci maki orang, difitnah, apakah membalas? Mendendam?

Krn sdh terbiasa membaca kalamNya, insya Allah sdh ada Furqan shg dalam diri sdh tahu apa yg sebaiknya dilakukan, bhw yg lebih baik adalah tidak membalas, tidak membenci dan tidak mendendam,

86:13. sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil,

maka krn seakan2 diri ini merasakan kedekatan pd sang Maha Cinta, keinginan utk berlatih mnjdi saluran kasih sayangnya begitu besar, maka diri akan memilih utk melakukan pemaafan dan tidak membalas krn sdh mulai menyadari yg hak, benar dan yg batil, salah.

3. Selanjutnya, jangan mudah memberikan penilaian atau pun dan menyalahkan keadaan atau pun mempertanyakan kenapa hal ini terjadi… Hal ini belajar dari perjalanan nabi Musa dan Idris (QS 18:60-82). Dimana nabi Musa banyak bertanya, sedangkan secara hakekat, apapun yg dilakukan nabi Idris ada maknanya. Jd apapun kejadian yg menimpa diri kita, lakukan poin ke dua di atas utk bisa memilih respon sesuai nama2nya, berkasih sayang, memaafkan dll dan tidak mempertanyakan, kenapa ya Allah membuat hal ini terjd pd saya? Lalu menjtuhkan penilaian tertentu. Ini pun berlaku thd sikap kita pd orang lain, jangan mudah menilai bahwa kita benar yg lain salah…

Bacalah – KemBAli dan CAri jln dekat pada AlLAH memerlukan usaha terus menerus sepanjang hidup dan semua itu diawali dengan mau belajar ilmuNya melalui kalamNya Quran… Sebagaimana istilah tak kenal maka tak sayang… Sudahkah kita memulai utk mengenalNya lebih dekat shg sinyal2 akan kasih sayang pdNya juga kita rasakan? Contoh, ketika mobil kita tiba2 diserempet, rasanya perasaan kita sprti kecewa, hati teriris… Ketika dpt sms bos, sprtinya hrs langsung dibalas atau direspon dan tidak mau membiarkan si bos menunggu krn rasa hormat dan menghargai. Ketika ditegur pasangan atau tahu pasangan sprtinya selingkuh, rasanya dunia seakan runtuh, perasaan takut kehilangan begitu besarnya mendominasi. Demikian jugakah kita thd Quran? Rindukah kita ketika tidak membacanya dlam sehari? Bergetarkah hati kita setiap membaca ungkapan sang Maha Cinta yg membuat kita dg segala kerendahan dan ketundukan hati merasa kecil dihadapanNya dan hanya dengan mengingatNyalah hati mnjd tenang?
Sebagaimana kalamNya : 39:23. Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.

Yuukk dimulai: Bacalah… Lakukan perlahan, tapi pasti dan konsisten… Insya Allah akan membangun perasaan ‘seakan2 dekat’ padaNya akan menghadirkan kerinduan dan kesyahduan.. Sebagaimana sebuah lagu…, aku dekat Engkau dekat…

Segala yg baik dan benar datangnya dr Allah, segala kesalahan adlh dr penulis, Mohon dimaafkan jika tidak berkenan.. Wass. Wr. Wb

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *