Kita Adalah Apa Yang Kita Makan

Salam kasih sayang

Asskm. Wr. Wb

Kita adalah Apa Yang Kita Makan…

Dari judulnya mungkin gak asing lagi buat para sahabat. Kalau googling pun, wow banyak sekali tulisan mengenai hal ini. Bahwa makanan yang kita makan terkait dengan kesehatan phisik kita. Ada sedikit yang membahas bahwa makanan juga membentuk karakter, tetapi lebih banyak yang mengaitkannya dengan kesehatan phisik.

Saya juga bukan ahlinya… tetapi saya termasuk yang meyakini bahwa apa yang kita makan bukan hanya akan mempengaruhi kesehatan phisik tetapi terkait juga dengan pembentukan karakter. Makanan di sini menurut yang saya ketahui dari guru saya dan beberapa kerabat dekat, bukan hanya yang terkait makanan secara harafiah. Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, juga merupakan asupan yang akan mempengaruhi diri. Artinya, pendengaran, penglihatan, hati, akan terkait dengan segala sesuatu yang diri kita berhubungan setiap harinya, yang bisa merupakan asupan/ makanan yang kita makan. Ya, ada 3 hal yang terkait dengan diri kita… Phisik, Akal, Hati… salurannya melalui panca indera, pendengaran, penglihatan dan hati.

QS 16 : 78 Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Karena itu, sungguh, kita harus menjaga apa yang menjadi makanan diri kita setiap harinya.

QS 80: 24 maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya

Untuk phisik, jagalah dan pilihlah makanan yang baik dan halal.

QS 2:168 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu

Untuk akal dan hati. Jagalah penglihatan, pendengaran dan hati.

QS 17 : 36 Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Salah satu contohnya adalah berhati-hatilah ketika kita membicarakan orang lain atau bergunjing :

QS 49 : 12 Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Jangan sampai energi negatifnya justru akan membentuk kita menjadi hal-hal negatif yang kita bicarakan.

Karena, ingatlah bahwa kita adalah apa yang kita makan. Jadi ketika kita membicarakan kejelekan orang lain, kita sedang memakan bangkai. Bayangkan kalau kita tidak segera menghindari hal tersebut? Kita tidak mau bukan menjadi hal negatif yang kita bicarakan?

Semoga hal ini bisa mengingatkan kita untuk menjaga phisik, akal dan hati dengan berhati-hati dalam mengkonsumsi hal-hal yang terkait dengan pendengaran, penglihatan dan hati. Jangan sampai kita menjadi seperti apa yang disampaikan Allah dalam surat cintaNya :

QS 6 : 46 Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda -tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).

Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang sebagai berikut:

QS 7:179 Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(Al-A’raf – 179)

Dan alhamdulillah, Ramadhan sudah sangat dekat…. saat inilah saat yang tepat, kita melatih diri bukan hanya menahan lapar dan dahaga… tetapi juga menjaga diri dari hal-hal negatif melalui panca indera kita agar kita terlatih untuk menjadi pribadi yang sadar untuk mau membersihkan hati dan pikiran kita yang merupakan upaya kita untuk meraih ridhoNya. Amin yra…

Mohon dimaafkan jika ada yang tidak berkenan. Segala kebenaran hanya milik Allah dan segala kesalahan adalah dari diri sendiri.

Wass. Wr. Wb

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *