HIM

Salam Kasih Sayang

Assalamu’alaikum Wr. Wb

HIM – His Message…………

Saya bukan ustadzah atau orang yang memang khusus belajar Ilmu Agama. Saya sama seperti manusia pada umumnya…, ikut pengajian.., berusaha mencari bagaimana untuk lebih dekat denganNya… bagaimana untuk bisa memiliki sedikit ilmu… Terkadang ketika menulis yang berhubungan dengan ayat-ayatNya, ada sesuatu yang terlintas.. Ya Allah, sudah pantaskah? Ya Allah apakah ini menjadikan saya ‘ria’? Jujur, timbul perasaan takut. Takut salah. Takut dihakimi ‘sok’ pintar dimana orang akan berpikir, ilmunya saja minim tetapi sok menulis sesuatu yang terkait dengan ayat Allah. Maaf yang sebesarnya kepada para sahabat yang sudah sering mampir membaca share saya, untuk semua kekurangan saya saat menyajikan atau share suatu tulisan…. Jujur, tidak ada keinginan untuk menggurui atau pun mengajarkan sesuatu. Hanya terbersit keinginan untuk share sesuatu yang muncul di pikiran saya dan saya coba ‘sambungkan’ dengan informasi-informasi yang saya dapat. Dengan semua keterbatasan saya, sekali lagi mohon dimaafkan.
Rasanya paragraf pembuka cukup panjang. Saya tidak akan berpanjang di sini….

Kembali ke Share kali ini yang berjudul HIM atau adalah singkatan dari His Message, dimulai ketika ada sedikit obrolan menarik..ya menurut saya menarik, ketika seorang sahabat saya mengatakan, saya sekarang ini sedang mencoba membaca dari setiap hal, apa siy yang ingin Tuhan sampaikan kepada saya…. Luar biasa… Saya coba hubungkan dengan perkataan seorang guru saya… Semoga Allah memuliakan keduanya, shabat dan guru saya…. Perkataannya seperti ini : kedekatan dengan Allah harus dibangun. Bertemu dengan Allah adalah bagaimana meningkatkan dan membuka kesadaran KITA bahwa DIA ada dan kita ‘mungkin’ bisa bertemu denganNya. Sebagaimana juga disebutkan dalam Quran :

QS 84:6 Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

Saya juga teringat sebuah lagu… Aku jauh Engkau jauh… Aku dekat Engkau dekat…. Dia bisa menjauh atau mendekat… bahkan sangat dekat… Mungkin awalnya bagi saya, perkataan itu biasa… tidak aneh… ya benar, kita bisa jauh atau bisa dekat denganNya… tapi apakah kita memang sudah benar-benar menyadari bahwa kedekatan itu harus dibangun? Bahwa kesadaran akan Dia harus dilatih? Bahwa kita harus berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk mendekat padaNya?

QS 5:35 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Kita, mungkin lebih specifiknya, saya dan bbrp orang yang cukup dekat dengan saya, kami sering sekali mengatakan, “Serahkanlah pada Allah…”… semua dimulai dengan niat baik bahwa Dia sebaik-baik tempat bergantung… tetapi secara tidak sadar, terkadang, kami membangun hijab (penutup) antara ‘apa’ yang kami pikirkan dengan penyerahan secara total padaNya… Niatnya baik, implementasinya masih harus ‘latihan’. Seperti, masih adanya ‘was-was’ atau ketakutan-ketakutan bahwa kalau begini, nantinya gimana ya? Bukan berarti bahwa ada keraguan atas ‘kebesaranNya’… Insya Allah, Dia akan memberikan bimbinganNya untuk mengetahui hal tersebut… menyingkap hijab kesadaran, bahwa memang Dia saja tempat bergantung…. Contohnya, “aduh” gimana ya dengan anak saya? Saya sudah arahkan untuk belajar, tetapi malas banget… Nantinya sdh besar mau jadi apa? Atau, saya ingin usaha membuka Rumah Makan, tapi gimana ya? Gimana kalau nanti rugi…. mungkin kami tidak ingin membangun ‘hijab’ tersebut. Kami hanya manusia biasa, yang katanya memang harus merencanakan segala sesuatu dengan perhitungan-perhitungan yang matang. Tidak ada yang salah. Tetapi, sebenarnya tanpa kita sadari, kita mulai membangun hijab-hijab (penutup) tipis antara kita denganNya… ketika ragu, ketika ketakutan akan sesuatu yang belum tentu terjadi begitu mendominasi, ketika peran pikiran kita mengatakan, rencana kitalah yang harus sempurna A-Z, ketika kita merasa bahwa kita sudah memikirkannya dengan sangat detail segala sesuatunya… Kita lupa menghadirkan Dia dalam setiap pemikiran yang muncul… Kita lupa bertanya padanya, Ya Allah apa memang seperti ini yang harus kulakukan? Kita bahkan meletakkan “permohonan petunjukNya” nomor dua dari semua planning dan pemikiran kita yang kita anggap sempurna…. Mungkin hanya tidak biasa, karena itu perlu latihan… walaupun hanya sekedar bertanya dalam hati… Dan dimulai sejak awal…. sejak setiap hal yang akan kita lakukan akan dimulai… memaknai Bismillah dan niat baik bukan hanya ucapan sambil lalu atau bukan hanya ritual saja… Meresapi bahwa Dia begitu dekat, merasakan kehadiranNya di setiap helaan nafas.

Sebagaimana QS 2:115 Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Menghadirkan Dia dalam setiap langkah memang memerlukan latihan. Latihan bertanya padaNya sesering mungkin. Latihan melihat message-message yang Dia sampaikan, bisa melalui apa saja. Untuk hal ini, mungkin yang bisa merasakannya adalah masing-masing kita sendiri, karena begitu personal. Ya hubungan kita denganNya hanyalah diri kita sendiri yang bisa merasakan. Beberapa sahabat juga pernah sharing dimana sampai pada kesimpulan, Alhamdulillah Allah langsung memberikan jawaban….

Misal, ketika sedang berada di suatu tempat dan butuh pertolonganNya, berdoa dengan sungguh-sungguh dan saat itu juga langsung mendapatkan jawabanNya. Atau mendapatkan nasehat-nasehat kebaikan yang bisa membuka wawasan positif dimana bisa jadi orang yang menyampaikan adalah perantaraNya dalam menyampaikan message tersebut. Subhanallah…. Yang terpenting, latihlah setiap detik, menit, jam selalu menghadirkan Dia….. Berbicara dalam hati, bertanya melalui pikiran kita, hadirkanlah Dia. Insya Allah Dia akan hadir dan kita bisa merasakan ‘message-message’ yang disampaikanNya’…. Bisa melalui apa saja….orang lain, cerita film, kejadian-kejadian di sekitar kita…. Yang terpenting yang harus dilakukan, luruskan niat untuk selalu menghadirkan niat baik, sering-sering minta ampun, jangan pernah berpikir bahwa karena sayalah, saya yang menyebabkan ini, saya yang pintar, saya yang…. tetapi semua karenaNya….. Dan dalam pengamalannya berusaha untuk selalu mengedepankan ‘kasih sayang’. Ketika ingin marah, tahan amarahnya. Ketika kesel atau kecewa, simpan kekeselannya…ketika yang negatif-negatif menghampiri hati dan pikiran, buang jauh-jauh…. Karena Allah Maha Kasih dan Sayang…. dan cara kasih sayang bekerja tidak mengenal amarah, tidak mengenal kecewa… kasih sayang bekerja dengan perasaan penuh maaf, penuh toleransi, dipenuhi dengan kelembutan dan keinginan berkorban untuk memberikan kebahagiaan…. Krn Allah telah menetapkan diriNya kasih sayang dan Allah lah yang akan menanamkan kasih sayang dalam diri kita. Karena itu kita hanya perlu berlatih….ketika ini dilakukan, kita akan merasakan kedekatan denganNya…

QS 6:12 Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi”. Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.

QS 19:96 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Ketika kita selalu berusaha bersikap dengan mengedepankan perasaan kasih, semua ini adalah dalam rangka melatih diri kita melakukan ‘hijab’ atas keburukan-keburukan (menutup aurat-aurat keburukan) yang kita miliki sehingga jusrtu akan membuka sedikit-sedikit ‘hijab’ kita denganNya. Latihan meruntuhkan ego, karena ketika masih ada ego, hijab kita denganNya akan sulit tersingkap. Dan semoga, ketika kita terus menerus melakukan hal ini, maka kita mulai dapat merasakan Dia begitu dekat, Dia menjawab segala keresahan jiwa dengan mengirim message-messageNya… sehingga kita akan merasakan ketenangan dan kedamaian, dijauhi dari perasaan-perasaan resah, kecewa yang berkepanjangan.. karena hanya ada Dia saja tempat bergantung, tempat dimana semua yang dianggap persoalan akan terjawab…

Mohon dimaafkan jika ada yang tidak berkenan. Segala kebenaran hanya milik Allah dan segala kesalahan adalah dari diri sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *