Menemukan true love
Bismillah…
..
Asskm Wr. Wb..,
Sudah lama gak nulis, tiba2 ingin nulis mengenai hal yang gak akan pernah bosan sebagai bahan tulisan, terinspirasi karena dapat kiriman lagu ini yang dinyanyikan dengan gemes oleh sikecil cantik…https://youtu.be/eALOiwQ8MG8
..
Cinta itu luar biasa… hehehe bukan Cintanya Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta yaaa, tapi energi Cinta…
..
Lebih luar biasanya adalah orang yang masih bisa memiliki dan memelihara cinta dalam hatinya… di tengah kekisruhan dunia, di tengah harapan yang seakan tandas, di tengah beratnya ujian dan cobaan… ketika cinta masih bisa terpelihara dalam hati.., maka dia akan menjadi cahaya dan penguat untuk bisa bangkit kembali…. Masalahnya termkadang, rasa jenuh, bosan dengan rutinitas membuat Sang Cinta tertidur, dimana apa yang dilakukan tak ada makna lagi akan berkasih sayang, semua hanya bentuk-bentuk dari sesuatu ‘yang memang harus dilakukan…semua hambar…, seakan makanan tanpa garam…
..
Apakah cinta hanya bisa dirasakan oleh para remaja yang baru melihat dunia, jatuh cinta, dimana seakan2 membuat dunia seakan milik berdua? Ingat rasanya jatuh cinta? Atau mulai susah untuk mengingatnya? Mengingatnya saja susah, apalagi merasakannya… Merasakan getarannya.., merasakan kekuatan cinta… Padahal untuk setiap kita yang sudah pernah merasakan cinta.., itu merupakan jalan bagi kita untuk bisa merasakan cinta sejatiNya.. Karena sekecil apapun bentuk rasa cinta, merupakan bagian dari serpihan cintaNya…
..
Seorang bijak dalam bukunya mengatakan, memiliki cinta berarti memandang apa yang baik dan indah dalam segala sesuatu. Mampukah kita? Kalau keadaan baik2 saja, adalah hal yang biasa dimana semua seakan indah dan berbunga.., tetapi mampukah kita masih memandang baik dan indah ketika segala sesuatunya tidak sesuai harapan? Masihkah di hati kita merasakan kasih sayangNya? Semoga kita termasuk yang luar biasa dimana tetap bisa merasakan baik dan indah dari hal2 yang kita anggap buruk….
..
Beliau juga mengatakan, dalam bentuk apapun kau merasakan cinta, dengan cara apapun dan pada tingkat apapun, itu barulah seserpih kecil dari Cinta Ilahi, demikian juga cinta laki-laki dan perempuan. Tetapi terkadang, sesuatu yang dicintai justru menjadi hijab antara cinta dan manisfestasi Cinta Sejati. Suatu hari hijab itu akan terangkat dan barulah Sang Kekasih Sejati, tujuan sesungguhnya, akan tampak dengan seluruh Keagungan Ilahiahnya. Yang terpenting adalah memiliki rasa cinta dalam hati.
..
Ingat sebuah kisah antara Zulaikha dan Nabi Yusuf AS? Zulaikha begitu mencintai Yusuf, dimana kita tahu kisahnya dalam Quran. Dalam sebuah buku, dikisahkan, setelah bertahun-tahun kemudian, keadaan sudah berbalik, Zulaikha hidup sengsara dan menjadi buruh kasar setelah dicampakkan oleh suaminya. Sementara Nabi Yusuf AS sudah menjadi orang yang berkuasa. Mereka bertemu. Zulaikha dengan kain lusuhnya dan kecantikannya yang telah pudar karena tempaan hidup, Yusuf berkata padanya, “Zulaikha, dulu ketika engkau ingin menikah denganku, aku terpaksa menolakmu karena engkau istri tuanku. Sekarang engkau telah bebas dan aku pun bukan lagi seorang budak. Kalau engkau mau aku akan menikahimu.” Zulaikha menatap Yusuf. Namun, kali ini kedua matanya berkilau cahaya, katanya, “Tidak Yusuf. Cintaku yang begitu besar padamu dulu tidak lain hanyalah tirai antara aku dan Sang Kekasih. Aku telah merobek tirai itu dan mencampakkannya. Kini aku telah menemukan Kekasih sejatiku, sehingga aku tidak lagi membutuhkan cinta darimu.” Melalui cintanya yang mendalam kepada Yusuf, Zulaikha menemukan apa yang juga kita cari : Dia yang menjadi sumber cinta…
..
Sudahkah kita merasakan kemurnian cinta padaNya? Cinta sejati yang mengaliri aliran darah sampai memenuhi ruang hati.., sampai tak ada tempat bagi yang lain, sehingga sudah tak ada lagi tirai antara sang pencinta dan Sang Maha cinta? Cinta yang akan membuat kita selalu berdamai dengan segala apa yang kita hadapi….
..
Ataukah kita sudah merasakan cinta sejatiNya? merasa dekat dan merasakan cintaNya yang selalu menaungi kita? Boleh saja kita GEER, toh hubungan kita dengan Sang Maha Cinta bersifat pribadi, hanya Dia dan kita yang tahu. Atau sebaliknya, merasa jauh dan tidak ada apa-apanya? Dan setiap kitalah yang bisa menyadari ‘tirai’ atau hijab yang masih memenuhi diri… Seorang yang kaya, kekayaannya bisa menjadi hijabnya, karena masih berat jika harus kehilangan hartanya padahal dia tahu banyak orang2 di sekitarnya yang membutuhkan… Seorang yang serba takut akan masa depan seperti apa yang akan dimilikinya, sehingga ketakutannya membuatnya selalu ragu dan menguasai dirinya… Seorang istri/suami yang begitu mencintai pasangannya, yang membuatnya terlalu mendominasi karena begitu besarnya rasa takut kehilangan menguasainya… Seorang pekerja keras, yang waktunya dihabiskan untuk bekerja, lupa waktu dan menghalalkan berbagai cara untuk meraih posisi tertinggi.., dan masih banyak lagi… Rasa takut, amarah, kebencian, dendam, sombong, bisa menjadi tirai/hijab kepada Sang Maha Cinta. Sadarkah kita, yang mana hijab kita?
..
Ketika kita masih memiliki kebencian, dendam, luka di hati, melakukan segala sesuatu masih memikirkan untung rugi, melakukan kebaikan masih mengharap balas, bersikap kasar, merasa diri yang paling pintar dan benar, memganggap perbedaan pendapat harus dipaksakan sesuai dengan kemauannya, tidak bisa menerima dan tidak bersyukur…, dan hal2 negatif lainnya, maka kita masih harus terus berusaha dengan lebih giat lagi untuk memperoleh cintaNya. Melalui apa? Melalui latihan secara terus menerus, baik berpikir, berbicara dan bersikap positif untuk selalu dalam kebaikan. Yang terpenting dan langkah pertama, kita sanggup menyadari dan mengakui ‘tirai/hijab’ yang ada dalam diri kita. Lalu, niat segala sesuatunya diperbaiki hanya karenaNya, hanya karena mau meraih ridho dan cintaNya… Cinta itu patuh, taat. Berat memang melakukan ketaatan dan kepatuhan… Tp ketika ini dilakukan, energinya luar biasa… bukan hanya diri sendiri yang merasakan, akan tetapi juga orang lain dan sekitar… Mulailah berusaha dari diri sendiri kepada orang2 terdekat kita untuk menebarkan cinta, dalam bentuk perhatian2 kecil, pertolongan2 yang dibutuhkan, semampu kita… Biarkan cinta tumbuh dalam sanubari dengan usaha kesabaran, toleransi, menghormati dan saling menghargai.. Jangan biarkan dia mati karena keegoisan kita… Mau orang lain berubah? Sabar.., dan berubahlah terlebih dahulu… Selama kita masih terus belajar, untuk mau bisa merasakan segala sesuatunya baik dan indah walaupun dari segala hal2 yang kita anggap berat, tidak suka, benci, susah, takut, dimana kita rela mendahulukan memberikan kebahagiaan dan kemudahan bagi yang lain.., insya Allah, perjalanan cinta kita akan bisa mencapai Sang Maha Cinta… Dan tentunya merasakan energi cintaNya yang luar biasa… yang menguatkan, yang akan tetap teguh dalam menebarkan kasih sayang dan tentunya yang bisa berdamai dengan diri sendiri dan sekitar….Wallahu allam… Maafkan jika tidak berkenan, dan segala kesalahan adalah dari diri saya sendiri. Segala kebaikan hanya dari dan milikNya semata….
Leave a comment