ASIK – Amalan Sabar & IKhlas
ASIK – Amalan Sabar dan Ikhlas..
Salam kasih sayang…
Kita selalu mengatakan bahwa iya, insya Allah sabar, insya Allah ikhlas.. Lagi belajar nih untuk ikhlas dan bisa menerimanya… Niatnya ada, niatnya baik. Merasa bahwa ‘spertinya’ sudah sabar dan ikhlas, tetapi kenyataannya masih ngeluh, marah, emosi, kecewa, merasa dirinya yg paling menderita, capek…
Ujung2nya merasa gak sanggup lagi dan mempertanyakan kenapa sih Allah gak henti2nya memberikan cobaan?
Niat yg sdh baik hrs diiringi dg tindakan nyata saat merasa bahwa diri ini sedang mhadapi yg namanya cobaan. Ikhlas dan sabar perlu dilatih. Yg terpenting, ketika memang merasakan sedang capek, kok spertinya cobaannya gak berhenti, jangan mengeluh pd orang lain dg menjelek2kan kekurangan orang yg menurut kita sdh menyebabkan ‘cobaan’ tsb. Lakukan istighfar. Kalaupun ingin mengeluarkan beban berat yg dirasakan, carilah orang yg bisa dipercaya dan dpt mendengarkan serta mengajak utk membawa kembali ke pemikiran yg positif. Atau berceritalah hny pdNya. Krn sebaik2 penolong hnylah Dia.
Selanjutnya, jangan pernah mengucapkan kata2 yg menyakiti dg mengungkit2 kebaikan yg pernah dilakukan. Misal lg kecewa dg seseorang yg justru Pernah ditolong, lalu ketika orang tsb melakukan sesuatu yg mengecewakan, keluarlah kata2 “sakti” bhw kita pernah melakukan pertolongan pdNya. Belajarlah untk menahan mulut utk tidak mengungkit2 kebaikan yg pernah dilakukan…
Lalu lakukanlah perenungan. Ajak diri sendiri berpikir dan menyadari bhw dlm hubungan dan bersosialisasi ada kemungkinan benturan, baik sengaja maupun tidak sengaja, lalu perbanyaklah istighfar, mintalah ampunan dan petunjukNya… Lakukan dg segala kerendahan hati dihadapanNya dimana seakan2 Allahlah yg sdng dihadapi, Dia begitu dekat dalam mencurahkan segala rasa dan asa, mohon pdNya ampunanNya. Lakukan ini sesering mungkin ketika merasa permasalahan begitu berat. Dan ketika diri menyadari bhw kemungkinan ada sikap yg justru ‘kurang baik’ yg pernah dilakukan pd orang yg membuat kecewa, lakukan instropeksi diri, berjanji pd diri sndiri utk tdk mengulangi hal/sikap tsb, dan beranikan utk minta maaf terlebih dahulu jika memungkinkan. Dan sebaliknya, jika merasa bhw orang tsblah yg mnrt kita telah melakukan kesalahan, dan diri kita merasa terzholimi, berusahalah utk memaafkannya.
Jangan berfokus dan berpikir terus pd permasalahan yg sedang dihadapi shg perasaan di bawa sedih dan kecewa dalam jangka waktu berkepanjangan. Carilah kegiatan2 yg positif yg manfaatnya bisa dirasakan oleh orang lain misalnya bersilaturahmi atau berkunjung ke kerabat2 atau teman2, mengerjakan hobi yg bisa dirasakan kebaikannya utk orang lain sprti membuat tulisan yg mengajak pd kebaikan, mengajar anak2 tdk mampu, memasak, bakti sosial, kerja bakti dll.
Terakhir, jika situasinya memungkinkan… Cari waktu yg tepat, waktu yg baik untk membicarakan apa yg mnjdi ganjalan justru pd orang yg sdh membuat Kecewa. Tp kalau tidak memungkinkan lakukan saja hal2 di atas…
Percayalah, apa yg menurut kita telah mengecewakan, ttpi kita melaluinya dg sabar dan ikhlas dimana bukan hny niat saja ttpi dg diiringi usaha (tdk menjelek2kan, tdk membuat gosip, tdk emosi, tdk mengeluh ) dan sikap kebesaran hati, kita akan merasakan dan menambah kekayaan hati. Kebesaran hati adlh ketika kita msh bisa melihat kebaikan atas orang2 yg sdh kita anggap melakukan kekecewaan thd kita.
Kita tahu bhw ketika diberikan cobaan, keinginan utk ikhlas dan sabar begitu besar, ttpi kenyataannya, mungkin kita menyerah krn melaluinya dg kemarahan, emosi dan merasa bhw orang lainlah penyebab hal yg tdk menyenangkan tsb, tidak mau mengajak diri sendiri instropeksi. Ketika hal ini bisa dikesampingkan dan melakukan hal2 di atas, rasakanlah, bhw ketika hal ini dilalui, rasanya diri menjd lbh kuat dan justru akan timbul rasa syukur bhw hal tsb telah membuat diri menyadari pembelajaran bagaimana berbesar hati… Bagaimana tetap bisa melakukan kebaikan dan melihat kebaikan orang yg telah dianggap membawa kekecewaan… Shg bisa berdamai pd diri sendiri dan memberikan serta menebarkan kedamaian thd orang2 di sekitar kita…
42:43. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.
2:45. Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
2:46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
4:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.
Leave a comment