Hi PRABU – Hindari/Hilangkan PRAsangka BUruk
Salam kasih sayang
Bbrp sharing saya belakangan ini saya coba buatkan dg judul2 sperti ICON yg berupa kata dimana merupakan singkatan terhadap sesuatu yg ingin disampaikan dg harapan akan mudah diingat dan bukan hanya numpang lewat.. Judul sharing kali ini Hi PRABU atau Hindari & Hilangkan Prasangka Buruk.
Berbicara mengenai prasangka buruk, sadarkah kita kalau scr tdk sengaja bbrp ‘ceplosan’ kata2 yg terlontar atau pun masih terpatri di pikiran mengarah ke arah prasangka? Coba kita renungkan bbrp hal yg mungkin mengingatkan kita utk lbh hati2.. Misal, ketika seseorang menghampiri kita utk menyampaikan permohonan maafnya, bagaimana reaksi kita? Mungkin di depannya, respon kita terlihat menerima dg baik. Ttpi apakah di belakangnya juga? Seperti ada sesuatu yg terlintas baik pernyataan atau pertanyaan, ah paling pura2, mana mungkin dia mnt maaf, atau lainnya lagi, ohhh dia mnt maaf krn ada maunya… Scr gak sadar kita menciptakan prasangka2 buruk. Tdk mengapa selama hny terlintas dipikiran, ttpi terkadang prasangka tsb dijadikan curhatan hati yg dibicarakan dg orang lain… Sayang kalau sampai hal ini dilakukan, ya kalau orang yg dijadikan sbgi tempat curhat msh bisa mengingatkan utk kembali positif dan tutup mulut, kalau tidak? tentunya akan menimbulkan yg namanya gosip…
Dalam menjalankan aktivitas keseharian kita, pernahkah kita mencoba melakukan ‘analisa’ berapa sering ‘secara tidak sengaja’ kita mengcreate atau bahkan mengembangkan yg namanya prasangka buruk? Cobalah lakukan, dan akan kita temui paling tidak 3 hal telah mengajak pikiran kita utk hal tsb. Jangan biarkan prasangka buruk memenuhi relung hati dan pikiran. Krn hanya akan membuat kebaikan yg mengiringi langkah kita akan mnjdi sia-sia. Misal, kita memberikan bantuan kepada seseorang. Kita berikan, ttpi di blkngnya, kita membicarakan orang tsb dan mengatakan bhw gak yakin uang pinjaman yg diberikan akan digunakan utk hal2 sesuai yg dikatakan saat ingin meminjam dan gak mungkin orang tsb bisa memulangkan uang pinjamannya. Atau, teman sekantor yg bbrp hari telat ke kantor, gak tahu kenapa, eh malah berprasangka yg enggak2 dan diomongin di belakang. Tetangga yg gak pernah keluar dari rumah, diomongin negatif di blkngnya. Atau hal lain lagi, pasangan yg pulang telat, walaupun sdh memberitahu sblmnya, tetap saja diprasangkai buruk, yg ‘gak jelaslah alasannya shg menuduh yg tdk pd tempatnya, atau tdk ada pemberitahuan apapun, mencoba dihubungi tp tdk bhasil, hp mati, ayo apa yg melintas dipikiran?
Cobalah lakukan refleksi hati, instropeksi dan berubah.. Lakukan scr perlahan dan pasti serta konsisten. Awalnya memang gak mudah, ttpi yg terpenting, lakukan analisa, pengakuan diri, dan begitu sadar pikiran memulai utk melakukan yg namanya prasangka buruk, istighfar dan STOP, shift it, jangan diteruskan, alihkan mnjdi suatu yg positif. Shg kita akan melatih diri utk mnjd orang yg tidak mudah berkeluh kesah, krn pd dasarnya manusia memang bersifat keluh kesah. Tentunya ketika kita sdh terbiasa menjdkan pikiran kita positif maka kita jg sdh berlatih utk menjauhi yg namanya Prasangka buruk dan teman2nya, sperti bergunjing/bergosip, juga mengolok2 dan berkeluh-kesah. Selain apa yg kita lakukan akan sia2, ketika membicarakan ‘kejelekan’ orang tsb maka kita sdh membiarkan diri kita utk mengcreate energy negatif bahkan mungkin saja menyerapnya, tentunya tidak mau sprti itu bukan? jelas sekali disebutkan dlm Quran, kalau bergunjing maka sperti memakan ‘daging saudaranya yg sdh mati’. Secara hakekat, ‘kita adalah apa yg kita makan’. Saya punya cerita mengenai hal ini… Seorang teman yg tdnya mudah emosi dan marah, ketika merubah pola makan dg menghindari makan daging dan beralih ke buah2an dan sayur, dia berubah mnjd lbh tenang dan bisa meredam emosi. Jadi jagalah sikap dan prilaku kita, janganlah ‘menyerap’ energy keburukan krn sering mengguncing keburukan orang lain. Yuk, mulailah melakukan refleksi hati kita utk bisa berubah tidak berprasangka buruk.
49:11. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.
49:12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
70:19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Coba lihat this funny movie.. Menurut saya, Ilustrasi dr film ini adlh mengajak kita juga untuk tidak mudah menilai sesuatu dari kulit luarnya saja… http://youtu.be/EHG9-of_WtQ
Leave a comment