Perbedaan, Bagaimana Menyikapinya?

Salam kasih sayang…

Ketika merasakan sesuatu yg tdk sesuai harapan, rasanya apapun mnjd tdk menyenangkan .., ingin marah, kesal, apapun bisa mnjd kambing hitam. Ada orang yg dg mudah bisa langsung beradaptasi dg situasi ini, tp bnyk pula yg tidak dan biasanya sebagian besar mengambil jalan utk lbh memilih mencari kambing hitam, jarang ada yg bisa melihat ke dlm diri, instropeksi, refleksi hati. Bahwa hal tsb terjadi krn sebnrnya adlh akibat dr hal2 yg sdh kita lakukan… Siapa menanam akan menuai hasilnya… Ketika kebaikan yg kita lakukan maka kebaikan pula yg akan kita nikmati, demikian jg sebaliknya….

Kadang persepsi kebaikan disesuaikan dg persepsi kita scr pribadi, menuruti cara kita berpikir. Kalau sesuai maka kita merasa hidup kita nyaman, senang, jika tidak sesuai kita terjebak dg stress. Sulit menerima sesuatu yg berbeda dengan diri kita. Sulit bukan berarti tidak bisa menerima perbedaan. Mungkin yg dibutuhkan adlh sedikit waktu utk bisa menerima krn msh memiliki toleransi. Ya, kalau saja kita bisa meningkatkan kesadaran dlm diri bhw dibalik hal2 yg terjadi dlm diri kita adlh buah dr apa yg kita lakukan.

Perbedaan di sekeliling kita, tidak bisa kita hindari, ttpi janganlah perbedaan membuat kita satu sama lain merasa paling benar. Menghadapi perbedaan pendapat dg anak, membuat diri stres, merasa anak melawan kehendak kita sbgi orang tua. Berdebat dg pasangan krn satu sama lain tetap merasa pendapatnya yg paling benar, akhirnya menyimpan kekesalan dan suatu saat dijadikan alasan utk bercerai krn tidak pernah menemukan kata sepakat. Begitupun di dunia kerja, dimanapun, di sekeliling kita, akan kita temui bnyk perbedaan.

Begitu bnyk warna dlm kehidupan ini…. Betapa luar biasa hebat sang Pencipta sbgi creator dan sutradara kehidupan. Begitu bnyk peran berbeda dr setiap individu… Tp kadang dlm menghadapi perbedaan tsb, ada hal yg mendasar yg msh sering terjadi, merasa paling benar, yg lain salah. Mungkin mmng sprti inilah kita sbgi manusia… Tp selama tidak terjadi perdebatan yg meruncing dan berakhir dg permusuhan atau saling merasa paling benar shg terjadi perpecahan, dendam…., berbeda adalah hal biasa… Berbeda adlh synergi. Bayangkan ketika di dunia ini Allah hny menciptakan satu jenis tumbuh2an, misalnya saja rumput.. Kemana wajah memandang, hanya ada rumput, tentunya tdk kita temui keindahan dr bunga warna/ni tumbuhan hijau lainnya, yg membuat mata terpana…..

Coba lihat QS 18:60-82, mengenai perjalanan nabi Musa dan Khidir. Dmn nabi Musa ingin belajar kesabaran dr nabi Khidir, yg mn diakhir perjalanan, mereka berpisah dg baik2, nabi Musa tdk bs bersabar krn memiliki cara pikir yg berbeda dg nabi Khidir.

Indahnya cerita diatas yg menggambarkan bhw nabi pun memiliki cara pikir yg berbeda ttp tdk perlu berdebat dan tetap saling menghormati.

Sahabat, dalam hidup ini, setiap detik jantung kita berdetak, slm kita msh merasakan hidup, pastinya yg kita hadapi adlh perbedaan; perbedaan berpikir dan menyikapinya. Dimulai dr keluarga kecil kita, perbedaan berpikir dg pasangan dlm bnyk hal, mendidik anak, financial, dll. Seorang shbt pernah mengatakan bhw dia sngt benci pd pasangannya krn mrs pasangannya bnyk fans dr lawan jenisnya, bawaannya mau marah2, semntra pasangannya santai, lain cerita lagi, merasa bhw pasangannya tdk perduli dg pendidikan anak, smua diserahkan kpdnya, sementara dia jg bekerja. Cerita lainnya, perbedaan dg anak. Anak yg mulai tumbuh dan memiliki cara pandang yg berbeda yg kadang membuat mengelus dada. Blm lg peran kita lainnya… Dlm pekerjaan, kita merasa sudah mati2an bekerja, ttp tetap saja msh dianggap blm memenuhi harapan perusahaan.. Lain hal lagi, menghadapi teman kerja dg berbagai gosip yg kadang memerahkan telinga dan membuat hati bergejolak.

Begitu bnyk sekali kejadian2 yg smuanya timbul krn begitu bnyk ide, cara berpikir yg semuanya mungkin saja berbeda dg kita. Kmrn yg sempat mnjdi hot topik, adlh pembagian kondom gratis, bnyk pro kontra. Ini adalah salah satu contoh, dmn kenyataannya begitu bnyk perbedaan di sekitar kita. Sadarilah bhw semua yg terjadi di sekitar kita mungkin akan kita temui bnyk perbedaan dg diri kita, yuukk kita refleksi hati, mulailah dr diri kita sendiri membangun kekuatan yg berpusat dg petunjukNya shg kita bisa menyikapi segala perbedaan dg lbh baik. Yakinlah bhw ketika kita memulai perubahan cara pikir kembali pd petunjukNya, Dia akan selalu menolong kita. Kemudian contohkan dg perbuatan2 baik, mudah2an ketika kita mulai berubah maka orang2 dekat kitapun akan berubah. Berubah di sini adlh berpikir dan berprilaku positif sesuai Quran. Bnyk yg tahu hal ini tp ketika melihat ke realita, kok sprtnya berat dilakukan, kadang meluangkan waktu untuk membaca Quran saja secara rutin, malas dan ngantuk. Sahabat, dg melihat perkembangan yg demikian pesat, bagaimana menyikapi segala perbedaan yg terjadi adlh berkaitan dg kualitas hati. Utk membangun kualitas hati, kembali ke S3 (lihat kembali tulisan terkait S3), dimana scr garis besar, kembalilah ke Quran shg kita tahu kebaikan berdsrkan petunjukNya dan tentunya berusaha semaksimal mungkin melakukan kebaikan versi Quran dengan membangun ketaatan dlm melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sebenarnya sangat sederhana, ttp ketika dihadapkan utk melakukannya, kita sama2 tanyakan ke diri kita, sdh seberapa besarkah usaha kita melakukannya? Selama ini, utk menjaga kesehatan phisik spy tubuh kita bugar dan sehat, kita begitu concern dg melakukan olah tubuh, olah raga bahkan menjaga makanan dg sngt cermat. Tahukah bhw ketika kita berfokus pd bagaimana meningkatkan kualitas hati, sungguh sangat luar biasa berdampak ke kesehatan phisik dan pikiran? (Lihat juga tulisan : meningkatkan kesehatan phisik & psikis). Yukk lakukan refleksi hati dg lbh memperhatikan kebutuhannya.

Coba tanyakan bbrp parameter di bwh ini ke dalam diri kita :

1. Sudahkah setiap hari kita meluangkan waktu membaca Quran? Ini penting sekali, spy informasi2 dlm quran akan menggantikan smua info yg kita dengar dan lihat yg sdh tertanam di otak kita. Terutama bagaimana scr tidak langsung akan menanamkan informasi kebaikan2 versi Quran dlm otak kita. Semisal, mengenai gibah adlh sprti memakan bangkai saudaranya sendiri. Informasi ini akan teringat di otak kita, shg saat dihadapkan utk bergosip, kita akan ingat, dan ini akan jd parameter kita utk memilih tidak melakukannya. Dan bnyk lg hal lainnya.

2. Masihkah kita merasa sebagai korban? Misal, merasa kita dizholimi. Dlm hal ini ubahlah cara pikir kita. Krn ketika kita sdh melakukan poin 1, tentunya kita hrs memaknai bhw semua yg kita lakukan adlh kebaikan2 yg hny berpusat pdNya. Ingat QS 3:133-136. Mulailah berpikir, bhw kita bukan korban, bhw kita bukanlah orang yg dizholimi shg apapun kebaikan yg kita lakukan adlh krn kita ingin meningkatkan ketakwaan kita pdNya, ingat janjiNya, surga seluas langit dan bumi. Ingatlah, bisa jd pasangan, anak, tmn2, lingkungan yg di sekitar kita adlh segala hal yg menciptakan peluang emas utk meningkatkan ketakwaan kita kpdNya, yg tentunya ktk kita memilih berespon benar sesuai petunjukNya. Misal, pasangan selingkuh, tidak memberikan nafkah lahir dan bathin, kelakuan anak yg membuat mengelus dada, gosip jelek, teman yg menusuk dr blkng, bos yg tdk bersahabat, orang2 yg menggoda dg rayuan maut… Dan msh bnyk lagi… Masalahnya, sadarkah kita utk memilih pilihan sikap yg seharusnya? Cobalah dilatih dr hal2 kecil… Tdk mudah marah atau pun mengeluarkan kata2 kasar, cobalah lakukan dlm sehari, berhasil sehari, lakukan terus. Tingkatkan dg tdk mengeluh, lakukan dg cara yg sama. Bertahap, Insyaa Allah jd kebiasaan dan akan membangkitkan kesadaran dlm memilih pilihan sikap sesuai tuntunanNya. Kita pun akan berlatih meningkatkan kesabaran scr konsisten.

3. Masihkan kita berfokus pd eksternal object? Misalnya, kita jd membandingkan btp hidup orang lain lbh berbahagia dibandingkan kita? Atau contoh lain, kita punya shbt yg baik, yg selalu mengingatkan kebaikan akan ttp anaknya beda bnget, mabok2an atau jauh beda dg ortunya scr moral, lalu kita jd concern, bhw sahabat tsb ngatur anaknya saja gak bs knp msh memberikan nasehat kepd orang lain. Ingatlah dg crt nabi Nuh dan Luth, dmn keluarganya pun ada yg tdk ikut seruan kpd jalan yg lurus. Belajar kebaikan bisa dg siapa saja atau pun melihat tanda2 kekuasaannya di alam semesta ataupun dr kejadian yg kita alami.. Jd poin 3 ini, kita hrs lbh berfokus melakukan refleksi internal diri dibandingkan berfokus thd eksternal. Kalopun eksternal, hal tsb lbh utk dijadikan pembelajaran internal bukan dijadikan gosip atau memojokkan dan menghakimi.

Sahabat, kita menghadapi bnyk hal dalam kehidupan ini, berat rasanya, krn sang Pencipta memberikan kita multy peran dan krn setiap individu punya cara pikir yg bisa jd berbeda dg kita. Krn itu yg paling sering kita hadapi adalah perubahan… Evolusi… Siapa yg berkuasa adlh siapa yg memegang kendali thd perubahan. Ttp yakinlah, Allah pemilik kekuasaan yg tak terbataslah tempat dimana kita menggantungkan semua hal. Sebagaimana Allah telah menciptakan keberagaman adlh untuk saling mengenal, bukan perdebatan yg mengakibatkan perselisihan. Yakinlah ketika menyikapi segala hal dg menggunakan panduan yg benar maka tentulah janjinya yg akan terjadi thd kita, pertolongannya, melalui malaikat2nya… Shg langkah kita juga jd lbh ringan menghadapi berbagai macam hal dlm hidup ini…

49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

41:30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

41:31. Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.

Yuukk mulai lakukan refleksi hati…. Lihatlah segala hal di depan mata kita sebagai peluang melatih diri shg secara perlahan tapi pasti, akan membentuk pribadi2 yg memiliki kepahaman akan kebaikan2 berdasarkan Quran dan berusaha scr konsisten melakukannya. Ketika sdh terbiasa berpikir dan bertindak positif, menyikapi perbedaan yg kita rasakan, bukanlah hal yg mendatangkan stress atau hal2 yg merugikan, ttpi perbedaan akan memperkaya diri kita shg bisa melihat lbh bijaksana dan dg mudah mencari alternatif solusinya dg tetap mengedepankan Quran sbgi panduan….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *