Titik terendah, Selingkuh

Salam kasih sayang….

Sahabat, dunia dan seisinya adalah cobaan. Dalam mengarungi kehidupan ini ada suatu system dimana dalam system itu tujuan akhir adalah menyadari sepenuhnya hakekat seorang hamba kepada Rabnya, sang penguasa alam semesta.

Ketika kita sedang diatas, jangan lupa diri dan menjadi sombong dan ketika kita sedang dibawah, banyak-banyaklahlah bermohon perlindungan dan pertolonganNya. Saya akan sharing mengenai pengertian “dibawah”. Di bawah bukan hanya terkait dengan kekurangan harta atau suatu yang bersifat materi tetapi bisa saja perasaan kita yang sedang merasa tertekan atau pun sedang mengalami titik terendah dalam hidup kita. Seseorang yang merasa dalam tekanan, seakan-akan perasaan yang dirasakannya hancur, menimbulkan emosi dan stress. Misal, menghadapi pasangan yang selingkuh, situasi kantor yang membuat stress, gosip yang tiba-tiba menyerang, permasalahan anak-anak yang tidak ada habisnya, dan banyak hal yang terjadi diluar harapan kita. Seorang sahabat pernah merasakan pasangannya selingkuh, betapa hancur hatinya karena selama ini dia sangat percaya dengan pasangannya. Dia merasa pasangannya berubah, seperti hilang perasaan cinta pada dirinya. Tetapi tahukah bahwa orang yang berselingkuh pun merasakan sesuatu yang tidak bisa dihindarinya? Perasaan suka dan menggebu-gebu yang dia sendiri tidak bisa mengontrolnya?Ini adalah titik terendah yang dialami oleh peselingkuh. Kenapa titik terendah? Selingkuh adalah hal yang tidak wajar dilakukan. Cinta memang buta, tetapi ketika cinta menghampiri dan jatuh pada orang yang tidak tepat, seperti main api dan mendekati zina, dimana tentunya hal ini tidak wajar. Lalu apa yang harus dilakukan jika menghadapi hal ini? Tips ketika membaca situasi perubahan pasangan yang berselingkuh, banyak kita temui, seperti, sebaiknya menciptakan kenyamanan untuk pasangan, bukan justru memojokkannya, bisa dengan merubah diri sesuai keinginan pasangan, menjaga emosi dan memperbaiki komunikasi. Tetapi tahukah bahwa untuk orang yang melakukan selingkuh pun ternyata juga ada tips tersendiri. Dari beberapa orang yang ‘curhat’ saya coba simpulkan dan sharing di sini.. Peselingkuh menceritakan bahwa ada hal-hal diluar kontrolnya yang membuat dia berselingkuh. Mereka mengakui bahwa pasangan yang tenang saat mereka sedang menghadapi periode ini, cukup membantu mereka untuk melewatinya dan kembali pada pasangannya. Jadi sangatlah penting untuk pasangan yang mulai mencium gelagat pasangannya selingkuh untuk tetap tenang dan bahkan berstrategi untuk melakukan hal-hal baik yang membuat pasangan nyaman. Untuk pasangan yang melakukan selingkuh, hal pertama yang wajib dilakukan adalah menyadari dan mengakui bahwa dirinya sedang melakukan kesalahan, pengakuan ini lebih ke diri sendiri dan ke sang Pencipta. Selanjutnya tidak perlu mencoba untuk menghilangkan perasaan ini dengan memaksakan ingin menghilangkannya secara terpaksa, misal, melarikan diri dengan bersenang-senang, minum-minuman keras, berbuat sesuatu yang menyakiti orang yang sedang ‘dicintainya’, dll, atau dengan kata lain mecoba mencari hal-hal untuk pelarian. Melakukan hal ini, akan makin lama membuat perasaan ini tertanam dalam diri. Yang paling baik dilakukan adalah mohon perlindungan Allah, dan hindari melakukan hal-hal yang mungkin di kemudian hari akan disesali, misal melakukan hubungan yang tidak wajar. Jauhi orangnya, sadari bahwa ada suatu perasaan yang memang tidak bisa dikontrol tetapi diikuti dengan banyak bermohon perlindungan dan pertolongan Allah. Siapapun baik yang diselingkuhi atau berselingkuh, lakukanlan refleksi diri untuk lebih mendekatkan diri pada sang Maha Kuasa. Periode ‘perselingkuhan’ ini akan hilang dengan sendirinya bahkan terkadang si peselingkuh akan tertawa geli jika mengingat saat perasaan ‘cinta buta’ menghampirinya. Kenapa kok bisa ya jatuh cinta atau timbul perasaan suka dengan orang itu? Pertanyaan itu akan membuat dirinya malu dan geli. Karena itu penting menjaga diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak semestinya sehingga tidak timbul penyesalan di kemudian hari.

Selingkuh banyak terjadi dalam banyak pernikahan, dimana saat hal tersebut terjadi, kedua pasangan mengalami kehancuran perasaan, suasana yang tidak enak, stress dan emosi. Karena itu penting bagi kedua pasangan berserah diri, mohon ampun dan perbanyak mohon perlindungan dan pertolonganNya.

Sharing diatas hanya sekelumit kecil mengenai scenario kehidupan. Banyak hal dalam hidup kita seperti roda berputar, kadang sedih kadang gembira, kadang susah kadang mudah… Dan harus kita sadari bersama, betapa syeitan akan terus berusaha untuk mengajak manusia mengikuti jalanya yang sesat. Tetapi dengan memaknai bahwa hakekat kehidupan adalah hanya bergantung pdNya, maka Allah akan selalu memberikan jalan keluar.. Tetap sabar karena setiap hal yang terjadi yang tidak sesuai dengan harapan kita adalah ujianNya, yang mana insya Allah untuk membersihkan diri kita juga.

3:140. …..Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim,

3:141. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.

3:142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Sadarilah bhw dg berespon sesuai petunjukNya, maka kita akan menempuh jln yg lurus… Sulit? Jelas.. Tdk mudah ketika kita diminta sabar apalg menghadpi situasi dan orang yg tdk menyenangkan. Ttpi dibalik itu smua, Insya Allah semuanya akan indah pd waktunya, selama tetap bersabar dg tetap berespon benar dlm menghadapi segala situasi sulit sesuai petunjukNya, kitabNya, Al Quran.

Nabi Adam pernah tergelincir dalam kesalahan, nabi Yusuf, nabi Yunus dll.. Kita sebagai manusia, mungkin juga akan mengalami titik terendah dalam kehidupan kita, bisa selingkuh seperti cerita di atas ataupun hal buruk lain yang menghampiri jalan hidup kita. Selama kita memohon ampun, menyadari kesalahan kita, berespon dan melakukan kebaikan-kebaikan versi Quran, dan menyerahkan segala jalan keluar dengan memohon perlindungan dan pertolongan hanya pada Allah, semua akan baik pada waktunya.
2:38. …..Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

2:2. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

 

Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *