Tanda Orang Yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Salam kasih sayang,
Slm bln puasa, bnyk orang yg berharap mendptkan mlm Lailatul Qadar. Harapan hnylah harapan jika tidak diiringi usaha maksimal dg meningkatkan ibadah. Krn itu bnyk jg yg berusaha keras diiringi jg dg i’tikaf.
Saat ini Ramadhan sdh kita lalui, ttpi tentunya mlm yg penuh khitmad, mlm Lailatul Qadar tidak hny terlewat begitu saja. Beruntunglah seseorang yg bisa merasakannya, merasakan sentuhan spiritual dlm hidup dmn yg bisa merasakannya hanyalah antaranya dg Sang Pemilik dan Penciptanya, ya krn hal ini pastinya hny bisa dirasakan scr pribadi.
Mlm Lailatul Qadar adlh suatu awal mnjdi pribadi yg memiliki tg jwb.
44:2. Demi Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan,
44:3. sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
44:4. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,
44:5. (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.
Sementara hikmah pengertiannya adlh kefahaman yg mendlm tentang Quran dan Sunnah:
2:269. Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
Krn itu, mendptkan mlm Lailatul Qadar adlh karunia yg besar, yg luar biasa, ada tg jwb besar di dlmnya, dan orang yg mendptkannya sehrsnya akan berubah mnjdi pribadi2 Qurani, wallahuallam….
Berikut dibwh adlh suatu tulisan yg penulis jg ingin share, terkait dg mlm Lailatul Qadar, yuk simak.
Tanda Orang Yg Mendptkan Malam Lailatul Qadar
Suatu keberuntungan bagi orang yang mendapatkan berkah Lailatul Qadar yang hanya terjadi setahun sekali. Apa saja tanda-tanda orang yang mendapatkannya?
“Tanda orang yang dapat ada 3. Pertama, dia senantiasa ingin berusaha menjadi yang terbaik di mata Allah maupun kepada manusia. Selalu mengerjakan yang terbaik di mata Allah,” ujar Ustad H Ahmad Zaky ketika berbincang dengan detikRamadan.
Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, dalam beribadah selalu merasa kurang. Padahal ibadah wajib, seperti salat dan puasa serta ibadah sunah seperti tahajud dan tarawihnya tidak pernah absen.
“Tapi merasa masih kurang saja, masih kurang. Ketiga, bila sehari-harinya dia bertemu dengan siapa pun baik atasan atau bawahan, dia senantiasa menjadi orang yang biasa-biasa saja. Tidak mentang-mentang seperti ‘Ini gue atasan lu’,” jelasnya.
Kemudian orang yang mendapat berkah Lailatul Qadar ini lebih ‘bersinar’ wajahnya dan enak dipandang. Namun tanda ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang dekat kepada Allah.
“Bersinarnya bukan seperti sering facial ya, jangan diartikan seperti itu. Bersinar dalam arti wajahnya mencerminkan hati yang sejuk, jika dia bicara menyejukkan hati orang-orang yang mendengarnya,” tutur Zaky.
Dan orang yang mendapat lailatul qodar akan mengalami peristiwa spiritual, sensasi spiritual yang tidak bisa diceritakan dengan kata-kata. Pengalaman spiritual sifatnya pribadi dan pastinya akan sangat membekas di hatinya sehingga bertambah kuatlah keimanannya bertambah baik perilakunya karena orang yang beriman pastilah juga beramal shaleh. Artinya adalah ibadah-ibadah yang dilakukannya akan tercermin dari perilakunya sehari-hari seperti senang sedekah, mampu mengendalikan diri, dan lebih toleran pada seluruh manusia apapun agama, suku, golongannya.
Bukankah Nabi SAW diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan ahlak? jadi sehebat apapun ibadah yang dilakukan jika tidak memiliki ahlak yang baik maka akan sia-sia belaka karena tidak memahami tujuan daripada ibadah itu sendiri. Ahlak itu sendiri diperlukan dalam upaya mewujudkan perdamaian di muka bumi karena salah satu arti Islam adalah perdamaian : damai kepada diri sendiri, damai kepada orang lain dan damai kepada Allah Penguasa Alam Semesta.
Sumber : detik.com
Leave a comment