SELFISH, Penguasa Ego ataukah dikuasai Ego?
Salam kasih sayang,
12:53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
22:52. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
Ketika kita membaca kedua ayat di atas, ada 2 kata penting : nafsu dan keinginan.
Bentuk nafsu terwujud dr keinginan-keinginan dan merealisasikan keinginan tersebut adalah keputusan kita sbgi seorang pribadi yg berhendak dan bertanggung-jawab atas keptusan tersebut. Di sinilah peran ego. Apakah saat kita memutuskan pilihan bersikap thd keinginan kita sdh mrpkan keputusan yg tepat? Keputusan yg bukan hny terfokus utk kepentingan diri sendiri? Ttpi adlh keputusan yg benar sesuai tuntunanNya krn kita sdh menyadari bhw kita adlh saluran kasih sayangNya, yg memiliki tugas utk menjd hambaNya yg berkasih sayang? Bnyk hal yg harus dipikirkan dan dijlnkan bukan berdsrkan kepentingan diri sendiri ttpi sdh memikirkan kepentingan dan manfaatnya utk orang2 di sekitar kita.
Ada sebuah Riwayat dikutip dr Kitab karangan Ustman Bin Hassan Bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawiyi, yg garis besar riwayatnya sbb : Ketika Allah menciptakan nafsu, Allah bertanya pada nafsu dan nafsu menjawab dengan benar setelah mengalami hukuman dimadukkan dlm neraka yg berbeda dg masing2 hkman adl 1000 thn. Pertanyaan Allah adlh
“Siapakah Aku dan siapakah kamu?” Jawaban pertama nafsu adlh : “kamu adlh kamu dan aku adlh aku”. Utk jwban ini, Allah memasukkan nafsu ke dlm api neraka yg sangat panas slm 1000 thn, setelah dikeluarkan dr neraka dan diberikan pertanyaan yg sama, jawaban kedua nafsu masih sama, dan Allah memasukkan nafsu ke dlm neraka yg sangat dingin selama 1000 thn, setelah dikeluarkan, Allah menanyakan kembali pd nafsu dan jawaban nafsu Tetap sama. Utk jawaban ini, Allah memasukkan nafsu ke dlm neraka tanpa makan dan minum slm 1000 thn. Setelah dikeluarkan dr neraka ini dan diberikan pertanyaan yg sama, barulah nafsu mnjwb dg benar, “Engkau adlh Rabku dan aku adlh hambamu.”
Latihan terbaik menguasai nafsu adalah dengan berpuasa. Krn itu, Allah mengundang kita setahun sekali melaksanakan puasa di bulan Ramadhan.
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
2:184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
2:185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Memiliki bnyk keinginan? Yuk kembalikan keinginan kita pd tuntunan yg akan menuntun kita ke jlnNya yg lurus, Al Quran nur karim.
Ketika dihadapkan pd situasi yg menuntut kita mengalahkan ego kita dlm menentukan pilihan sikap utk merealisasikan keinginan kita, siapkah kita mengambil keputusan yang sesuai dengan apa yang dirahmati Allah?
6:12. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang……
19:96. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
Allah menyukai perdamaian dan kasih sayang. Sudahkah di setiap keputusan kita dalam menyikapi situasi atau pun orang adlh dengan menyingkirkan ego kita dengan mempertimbangkan utk kebaikan dlm berkasih sayang? Strategy2 yg kita lakukan adlh bukan utk kepentingan diri sendiri? Melakukan aktivitias2 dengan memaknainya sbgi wujud amalan sholeh dlm rangka berkasih-sayang? Yuk latihan… Latihan memutuskan utk bersikap sesuai parameter takwa dmn latihan ini adalah untuk melatih ego kita shg bukan kita yg dikuasai ego pribadi kita, akan tetapi kitalah penguasa ego kita dg berdasarkan petunjuknya. Mau marah? Sulit memberi dan memaafkan? Masih berpikir 2 kali utk memberikan harta atau berkorban waktu atau tenaga utk sesuatu yg baik? Yuk refleksi hati shg kita bisa memutuskan utk menyikapi semua hal yg menurut kita berat dengan mengenyampingkan ego, kepentingan kita pribadi dg bersandar hny pd petunjukNya.
Leave a comment