Pesan Bunda

Salam kasih sayang,

Selama ini kita sering terjebak dengan pola pikir yang menurut kita benar. Mungkin tepatnya merasa benar. Misal, menikah bertahun-tahun, baru tahu kalau ternyata perasaan bahagia hanya menghampiri kehidupan berumah tangga hanya diawal-awal pernikahan. Setelah di atas 3 thn atau bahkan lebih cepat atau lebih lama baru merasa, kok ya gak bahagia atau kok ya jadi biasa banget… Terlalu banyak perbedaan yang akhirnya menimbulkan riak-riak kecil dalam pernikahan dan bagaikan api dalam sekam yang suatu saat siap meledak. Lho, selama ini kemana saja? Dimana ‘rasa’ yang dulu membuahkan komitmen untuk menikah? Ternyata sama saja untuk yang berpacaran bertahun-tahun atau pun yang hanya sebentar. Yang pada akhirnya masing-masing saling menuntut untuk BERUBAH.

Cerita diatas hanya sekelumit hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Berubah akan menghasilkan Perubahan. Banyak hal terkait dengan kata perubahan. Berubah seperti cerita di atas adalah tuntutan ketika kita sudah merasakan tekanan dan menuntut perubahan baik dari orang atau situasi di sekitar kita. Padahal seharusnya kita menyadari bahwa perubahan yang kita inginkan terjadi haruslah dimulai dari perubahan diri sendiri. Tumbuhkan kesadaran, tingkatkan motivasi diri dan mulai membangun kebiasaan apa yang ingin kita ubah dan lakukan secara konsisten sehingga akan membentuk kebiasaan baru sesuai perubahan yang diinginkan. Refleksi hati kita, lihat ke dalam diri.. Bukan hanya menuntut perubahan segera terjadi, tetapi tanyakan pada diri sendiri terlebih dulu, sudahkah kita berusaha maksimal sebaik mungkin memberikan usaha terbaik yang dimulai dari diri sendiri? Tapi memang sebagai manusia, kita sering lupa, tahu teorinya tetapi yang lebih sering dilakukan adalah menuntut perubahan dari orang atau situasi, bukan dari diri sendiri. Sebagai contoh cerita di atas, menuntut pasangan berubah akhirnya yang terjadi adalah pertengkaran, masing-masing beranggapan bahwa pasangannya yang harus berubah. Atau sudah ada komitmen untuk masing-masing mau berubah tetapi menginginkan perubahan yang instan. Tidak enjoy menikmati proses untuk berubah. Memang untuk berubah sehingga menghasilkan perubahan yang dinginkan pasti ada ‘Challengenya’…. Percayalah bahwa ketika niat sudah baik, perkuat dengan membentuk kebiasaan-kebiasaan baik, Tuhan akan memberikan jalan.

QS 13:11 ……..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…….

Web ini saya buat dengan harapan ingin berbagi pada siapapun yang saat ini perlu teman ‘curhat’ karena menghadapi situasi yang sulit yang ujung-ujungnya mengharapkan perubahan yang lebih baik. Tidak bermaksud menggurui ataupun menasehati tapi keinginan berbagi atas pengalaman-pengalaman saya baik pribadi ataupun dari para teman yang juga sudah berbagi pengalamannya yang Insya Allah akan memberikan wawasan dan referensi bagi siapapun yang membutuhkan ‘pencerahan’. Dari pengalaman saya secara pribadi, memiliki suami yang memiliki temperamen tinggi dan kurang menjaga hubungan baik dengan keluarga, dimana selama menikah kurang lebih 16 thn, 1 kali bercerai dan rujuk bahkan hampir terjadi perceraian kedua…. Tapi alhamdulillah, sekarang ini suami benar-benar berubah. Bahkan yang dulunya saya berpikir suami tidak bisa berkata lembut, sekarang sudah berubah 180 derajat. Lembut bersikap dan berkata bahkan ego dan kemarahan dalam dirinya seperti tidak tersisa. Hubungan dengan keluargapun membaik.

Banyak sekali perubahan di luaran sana juga yang terjadi saat ini. Karena itu pondasi terkuat harus dimulai dalam keluarga inti. Menghadapi perubahan generasi yang saat ini kita kenal dengan generasi Y, sudahkah kita siap? Atau masih merasa bahwa pola pendidikan lama tetap harus dipertahankan?

Yuk berbagi… Insya Allah web ini amanah dan bisa dipergunakan untuk orang-orang yang memang membutuhkan teman dan pencerahan….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *