Mendukung Anak Dalam Menentukan Masa Depannya

Salam kasih sayang,

Saat ini, anak-anak kita sedang membutuhkan dukungan kita dalam pemilihan sekolah untuk masa depannya nanti. Tentu setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik pada anak. Tetapi terkadang karena fokus kita ingin memberikan yang terbaik, kita sering mengabaikan perasaan dan keinginan anak. Dengan alasan untuk kebahagiaan dan masa depannya, dengan arogansi sebagai orang tua, kita memaksakan anak untuk masuk ke sekolah pilihan kita. Ada anak yang akhirnya menerima pilihan kita tetapi dilakukannya dengan berat hati dan ada juga yang membuat hubungan antar orang tua dan anak bahkan hubungan dengan pasangan seperti perang dingin karena anak tetap pada pilihannya dan orang tua pun tetap merasa pilihannya yang paling tepat. Lalu bagaimana peran kita sebagai orang tua menghadapi situasi ini? Tetap memaksakan yang menurut kita baik atau mengakomodir keinginan anak? Untuk anak-anak dari SD ke SMP, mungkin peran orang tua untuk memilihkan sekolah masih memegang peranan besar tetapi bagaimana untuk jenjang SMP ke SMA? Mudah-mudahan kita para orang tua bisa mnjadi orang tua yang membuat anak merasa nyaman untuk berpendapat dan anak tetap mengajak kita terlibat dalam setiap keputusan penting yang dibuat dalam hidup anak. Tetap tenang dan hadapi anak dengan kelembutan. Anak jaman sekarang adalah anak-anak yang kita kenal dengan generasi Y. Semua mau serba instan tetapi di lain sisi juga generasi yang membutuhkan sentuhan tepat. Generasi yang memiliki keinginan untuk mengeksplore kemampuan tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendukungnya.  Jangan paksakan kehendak kita, tetapi dukung anak dengan keputusannya. Berikan ke anak kepercayaan dan perlakukan anak dengan memberikan argumentasi-argumentasi logis ketika berbeda pendapat. Buka hati kita untuk bisa menerima perbedaan pendapat tersebut. Ketika kita membuka hati, maka kita akan lebih bisa mendengarkan apa yang menjadi concern anak. Kadang di beberapa situasi yang memang anak merasa bahwa pembicaraan yang terjadi adalah untuk kepentingan anak, perlakukan anak sebagai partner. Percayalah bahwa anak juga sudah cukup dewasa ketika memang pada akhirnya anak bisa memberikan alasan-alasan logis juga terhadap keinginannya.Yuk jadi partner anak dan jangan biarkan anak mencari partner di luar yang bisa anak percayai selain kita orang tuanya.

Just for fun : perubahan generasi, ‘Y generation?’ klik link  http://youtu.be/aQ52kAVrdBE

 

QS 64:14. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS 3:159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *