Kupas Tuntas ‘Selingkuh’

Salam kasih sayang,

Masih seputar pembahasan mengenai selingkuh. Seblmnya, bisa dibc pd TItik Terendah, Selingkuh. Kenapa selingkuh?

Pernikahan jaman sekarang ini ternyata rentan dengan perceraian. Banyak hal yg bisa membuat pikiran tersebut terlintas, terutama ketika adanya PIL atau WIL. Jenuh dengan pasangan, iseng mencari perhatian dari yg lain, apalagi sekarang ini jejaring dunia maya mempermudah mendapatkan kolega baru atau pun membuka peluang CLBK – Cinta lama bersemi kembali. Dari mulai hanya memberikan perhatian-perhatian kecil bisa berlanjut ke pertemuan bahkan keterlibatan hati.

Atau bisa jadi, gak ada niatan apapun utk mencari perhatian, ada saja yg datang menghampiri. Seakan hal tersebut sesuatu yg baru dirasakan dan membuat hari-hari berbeda. Kata seorang teman, ah itu biasa, dinikmati aja perhatian-perhatian tersebut, siapapun pasti akan mengalami hal ini. Benarkah?

Apa yg dirasakan adalah kenikmatan sesaat. Mungkin ada yg memang secara sadar langsung menjauh dan tidak menanggapi. Begitu ada sinyal2 tsb, langsung menjaga jarak. Tp bahkan ada juga yg memang hanya ingin berteman atau ingin coba2 untuk menjawab rasa penasaran. Apa pun pilihannya, tetap yakin dan bersihkan hati untuk selalu berkeinginan beresponse baik dan berhati2lah dalam bersikap.

Bagaimana sih menyikapinya ketika kita menyadari bhw baik diri kita atau pasangan sedang menghadapinya? Mungkinkah mengalaminya? Dalam hidup ini tidak ada yg tidak mungkin. Apakah kita sanggup menhadapinya ketika hal tersebut menghampiri diri kita atau pun pasangan kita?

Dari bbrp sharing dan pengalaman, biasanya kita tahu kalau pasangan kita sedang ”selingkuh’ darimana sih? Sebagian besar gosip. Ada yg denger2 aja, terima surat kaleng atau mungkin juga mengaku mendengar langsung dari pasangannya. Lho? Kalau pasangan ngaku bukan selingkuh dong. Bisa jadi, tp mungkin sdh membuka sedikit peluang dengan menerima perhatian2 yg bukan dari pasangannya, yang mana hal tersebut membuat pasangan kecewa. Atau feeling aja, sprtinya ada yg berbeda dan berubah dr pasangan kita yg membuat kita bertanya2.

Membicarakan mengenai pengertian selingkuh bisa jadi persepsinya berbeda antara satu dengan yang lain. Ada yg mengatakan, bhw kalau pasangan sudah sayang2an dengan temannya melalui sms atau ’chatting’, sdh menjurus ke selingkuh atau ada yang mengatakan tidak. Tetapi pada dasarnya, ’selingkuh’ adalah ketika pasangan kita merasa kita sdh melakukan diluar standar cara pemikiran dia yg mana Selingkuh terkait dengan rasa kecewa yg dirasakan oleh pasangan yg kita sebut saja korban, yg lainnya pelaku. Jadi gimana dong ketika kita merasa sebagai korban?

QS 64;14 : Istri/Pasangan & anak2 ada yg menjadi musuh bagimu, berhati2lah, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni mereka maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Hmmm berat banget ya? Gak ngerasain apa gimana perasaan kecewa yang membuncah saat tahu pasangan selingkuh?Rasanya sdh gak ingin bertemu dan melihat wajahnya. Kalau bisa diilustrasikan seperti kulit yang terkena pisau, berdarah, kemudian ditambah dengan diberi tetesan jeruk nipis. Gak ada duanya deh perasaan hati yang tersakiti. Eits, lihat dulu dong permasalahannya. Selingkuh yang terjadi tidak semerta-merta langsung ’berat’ kan? Pastinya ada tanda2 kecil. Di sinilah kita harus mawas diri. Kesampingkan sakit hati karena kecewa. Ketika denger gosip bahwa pasangan kita selingkuh, gak perlu cari tahu, daripada sakit hati, belum tentu juga bener. Namanya juga gosip. Lakukan refleksi hati. Perbaiki layanan pada pasangan. Berikan yang terbaik. Doakan mudah2an gosip tersebut ya memang hanya gosip. Suami-istri itu satu jiwa. Satu sama lain bagaikan cermin pasangannya. Jadi instropeksi juga, apakah dulu juga pernah merasakan hal yg sama yaitu menikmati perhatian2 kecil yang bukan dari pasangan? Hehehehe, ternyata sebagian besar pengalaman, dimana sebagai korban, memang pernah mengalami hal ini. So, saatnya untuk menjadikan ini suatu hal yang bisa meredakan kemarahan diri, mungkin ini balasan atas sikap yang lalu. Lho, kalau tidak pernah gimana? Ya, berusahalah memaafkan dan mengampuni, sesuai ayat di atas. Saya tidak akan membahas, gmn sebaiknya menghadapi selingkuh tingkat berat? Pada dsrnya kembali ke ayat di atas. Utk hal ini perlu pembinaan yg lbh intensive krn bnyk hal yang hrs dilakukan konsolidasi, diri sendiri dan pasangan.

Gimana sebagai pelaku? Masalahnya, ketika menjadi pelaku, apakah dia sadar telah melakukan kesalahan?Lucunya ternyata sebagian besar sadar bahwa itu sesuatu yang salah, ttp memang ingin saja menikmati. Ada yg langsung menghindar karena tahu kekuatan dirinya ttp ada yang juga hanya ingin memenuhi rasa penasaran atau pun hanya ingin berteman ttp bisa merasakan ’nikmatnya’ mendapatkan perhatian2 kecil tersebut. Atau pun ada juga yang akhirnya terjebak dengan hasrat sesaat. Di sinilah perlunya kesadaran diri untuk segera shift paradigma. Ingatlah bahwa sesuatu kejadian yang buruk terjadi pada diri kita adalah akibat dari perbuatan buruk kita sendiri, bukan dari sang Pencipta. Allah selalu memberikan yang terbaik pada hambaNya. Ketika kita ingin terlindungi dari perbuatan2 buruk, tidak semerta2 perlindungan Allah bisa kita rasakan saat terjadinya kejadian tersebut, makanya pentingnya kita menyadari untuk selalu berkesinambungan berbuat baik sesuai dengan perintahNya. Sehingga ketika suatu hal buruk menghampiri, disitulah kita akan merasakan bahwa Allah melindungi kita dari perbuatan yang tidak sesuai.

Ingat cerita nabi Yusuf ketika digoda Zulaikha?

QS 12:23. Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

QS 12:24. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

Mudah2an kita termasuk mnjd hamba2Nya yg dipilihNya shg kita selalu mndptkan karunia dan perlindunganNya dmn tentunya hrs selalu menyadari betapa penting utk diri kita selalu berusaha berespon baik dan melakukan kebaikan2 sesuai dg tuntunanNya shg suatu saat, dikala kita terperosok, krn namanya godaan atau apa pun yg dlm pandangan kita mengalami keterpurukan yg mana kapanpun bs menghampiri, mdh2an Allah akan menolong kita.

41:30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

QS 41:31. Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.

Masih berpikir ingin berpisah dan memperpanjang rasa sakit hati pada pasangan ketika satu periode kehidupan yg bernama ’selingkuh’ menghampiri? Ini hanya sebagian kecil periode yang merupakan kurikulum sekolah kehidupan. Makanya kenapa menikah itu wajib, berumah tangga itu merupakan setengah dari agama, krn setiap periode yg datang menghampiri dalam kehidupan berumah tangga adalah KESEMPATAN emas untuk bisa meningkatkan ketakwaan kita padaNya. Ingat lagi QS 3:133-136.

Pendidikan terbaik dimulai dari rumah, bagaimana mendidik diri sendiri dan keluarga, jadi sadarilah ketika suatu periode kehidupan sedang menghampiri kita, ketika Allah mengajarkan kita sesuatu, mudah2an kita bisa mengambil hikmahnya. Jadi mulailah tanamkan dalam diri sendiri untuk mengerti ilmuNya. Karena segala sesuatu yang kita lakukan harus ada ilmuNya, tentunya berdasarkan kalamNya. Yuukkk perbanyak waktu kita untuk memahami Al Quran. Karena luar biasa kedahsyatannya justru di saat2 kita menghadapi sesuatu yang sehrsnya bukanlah MASALAH tapi kita bisa melihatnya sebagai PELUANG utk berespon benar sesuai tuntunanNya.

Mohon maaf, mungkin sdkit cerita ini tdk bs mewakili perasaan siapapun terutama yg sdng mengalami perselingkuhan ttp mdh2an bs menambah sesuatu. Godaan bs sj menghampiri kpn saja, krn itu perlunya membina diri sendiri terus menerus utk lbh mengenal dan dekat dgNya shg Dia akan selalu menjaga kita.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *