Saran

Salam kasih sayang….,

Terkadang kita melihat orang lain dengan kacamata kita yang membuat kita gemas ingin mengutarakan bahwa apa yang dilakukannya salah, yang benar itu begini.. Tapi tahukah kita bahwa apa yang kita ucapkan tetapi menyakiti hati orang lain, bisa menutup pintu2 rejeki kita?

Seorang guruku mengatakan, “Syeitan itu pintar, bisikannya begitu halus, dengan alih2 bahwa memberikan saran untuk kebaikan dan perbaikan, jadilah kita memberikan saran atau nasehat yg bisa jd orang yg dinasehati jd sakit hati…..”

Ups, berapa banyak perkataan yang sudah terlontar dari mulut ini, dan mengakibatkan berapa banyak juga orang yang tersakiti? Walaupun banyak juga yang mengatakan, feedback dan saran itu berguna utk kebaikan orang tersebut dan cari cara yang tepat untuk menyampaikannya, baik cara berbicara maupun bahasa yang dipilih harus hati2, sehingga orang tersebut tidak tersakiti… Tapi siapa yang tahu isi hati seseorang. Terkadang pilihan sikap untuk diam, lebih baik. Sebagian besar orang lebih menyukai hal2 baik yang disebut2 mengenai dirinya. Biarkan dia menyadari kesalahannya dengan usahanya untuk ke arah yang lebih baik. Setiap orang pasti ingin yang terbaik dan jadi lebih baik, dan sepanjang perjalanan hidupnya, mereka akan menemukan HOWnya, dengan cara mereka yang tentunya atas petunjuk dan kasih sayangNya.

Guruku tersebut juga menambahkan bahwa kita harus berhati-hati agar tidak menyakiti perasaan orang lain, karena tabungan sedekah kita tidak akan berarti apa2 jika ada orang yang tersakiti oleh kita… Bagaimana mau mendapatkan balasan kebaikan, jangankan menjadi 7 tangkai atau 700 kali, bahkan 1 kalinpun tidak, kalau sikap kita masih menyakiti orang2 disekitar kita……Astaghfirullah al’adzim. Semoga kita semua bisa saling menjaga perasaan satu sama lain… Jangan sampai seperti pribahasa, mulutmu harimaumu, dimana bukan hanya merugikan orang lain akan tetapi justru menerkam diri sendiri.

Memberikan saran terbaik adalah melalui sikap dan prilaku kita sendiri. Ketika kita ingin menasehati, jangan kasar, bicara itu yang baik, kalau bicara dipikirkan dulu, kok cara pikir kamu aneh, kamu kelihatannya suka ngawur, judes banget, jangan suka ngomongin orang lain. Tanyakan terlebih dulu kepada diri sendiri, apakah kita sudah melakukan hal2 yang ingin kita sampaikan kepada orang lain? Jangan2 kita lebih banyak menyarankan tetapi sikap kita sendiri masih jauh dari saran kita… Misal, jangan judes, tapi kita sendiri dirasakan orang judes. Jangan ngomongin orang lain, tapi kita sendiri masih sering ngomongin orang lain…. Terkadang lebih mudah melihat kekurangan2 orang lain dibanding diri sendiri dan kesalahan terbesar justru mengungkapkannya dan membuat orang tersebut sakit hati…. Dan akibat dari kesalahan tersebut, yang paling rugi adalah diri sendiri karena tabungan kebaikan yang ada akan kandas. Ketika gak punya tabungan kebaikan, bagaimana mengharap hidup tenang, nyaman, kesluitan teratasi, pertolongan yang tak terduga, kesehatan dan segala hal baik? Dan, jangan sampai Dia, Sang Maha Kasih membenci kita karena kita mengatakan apa yang tidak kita lakukan…. Karena Dia lebih menyenangi lisan yang baik yang diikuti perbuatan baik….Dan semoga ketika lebih baik memilih diam, tidak membuat orang lain tersakiti, maka kita memiliki tabungan yang cukup untuk kita merasakan kebaikan2 bagi diri kita sendiri atas perbuatan2 baik kita dan tidak membuatnya menjadi sia2.

Wallahuallam.. Mohon dimaafkan jika tidak berkenan, segala kesalahan adalah dari diri sendiri. Dan segala kebaikan dan kebenaran adalah dari Dia Sang Maha Kasih….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *